Tersangka Penembakan Masjid Selandia Baru Didakwa Pasal Terorisme

Brenton Tarrant Didakwa dengan Pasal Terorisme - www.independent.co.ukBrenton Tarrant Didakwa dengan Pasal Terorisme - www.independent.co.uk

CHRISTCHURCH – Kepolisian Selandia Baru membenarkan bahwa negara Australia bernama Brenton Tarrant didakwa dengan pasal karena dianggap bertanggung jawab atas kematian 51 jamaah dan melakukan 40 percobaan pembunuhan. Keputusan itu sendiri dibuat setelah pihak kepolisian berkonsultasi dengan jaksa dan ahli .

Dilansir dari TRT World, komisaris polisi, Mike Bush, membenarkan bahwa Tarrant dituduh melakukan tindakan teror dan menghadapi 51 dakwaan pembunuhan dan 40 percobaan pembunuhan. Dalam serangan yang disiarkan langsung di Facebook, ia dipersenjatai dengan senjata semi-otomatis dan menargetkan umat yang salat Jumat, lantas menewaskan 51 jamaah dan melukai puluhan orang. “Dakwaan bahwa tindakan teroris dilakukan di Christchurch pada 15 Maret 2019,” kata Mike Bush.

Tarrant selanjutnya dijadwalkan menjalani sidang di pengadilan pada 14 Juni mendatang, setelah ditahan di bulan April dan diperintahkan menjalani pemeriksaan kejiwaan untuk menentukan apakah ia layak diadili. Temuan mental nantinya dapat menentukan apakah ia diminta untuk mengajukan pembelaan pada saat itu. Polisi sendiri juga telah bertemu dengan para korban dan korban untuk menjelaskan tuduhan tambahan.

Sebelumnya, Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, sudah terlebih dulu menyebut penembakan sadis di masjid itu sebagai serangan teroris terencana. Namun, dari sisi hukum, dakwaan terhadap Tarrant kurang ekspansif karena undang-undang terorisme baru diperkenalkan pada 2002 di Negeri Kiwi dan belum pernah digunakan di pengadilan.

Pada 15 Maret lalu, Tarrant menembaki seluruh orang yang hendak salat Jumat di dua masjid di Christchurch, yakni Masjid Al-Noor dan Lindwood. Aksinya disiarkan secara langsung di akun Facebooknya. Korban tewas dalam peristiwa penembakan itu diketahui sebanyak 51 orang. Hal itu disebabkan seorang warga Turki yang sempat kritis mengembuskan napas terakhir.

Di sisi lain, tragedi penembakan tersebut menurut kabar akan diangkat ke dalam layar lebar. Dilansir CNN, kabar tersebut diumumkan di sela acara Festival Film Cannes 2019 pada Rabu (15/5) waktu setempat. Nantinya, film berjudul ‘Hello Brother’ ini akan digarap oleh produser asal Mesir, Moez Masoud, yang mengisahkan sebuah keluarga yang terbang dari Afghanistan ke Christchurch untuk menyelamatkan diri namun justru terjebak dalam insiden berdarah itu.

“Di Christchurch, pada 15 Maret, dunia menyaksikan sebuah kejahatan tak terucapkan atas kemanusiaan,” kata Masoud. “Kisah yang ‘Hello Brother’ akan bawa kepada penonton hanyalah satu langkah dalam proses penyembuhan sehingga kita semua bisa memahami lebih baik satu sama lain, dan akar masalah dari terorisme, supremasi, rasisme, dan kebencian.”

Loading...