Terpukul Dolar AS, Rupiah Kembali Ditutup Melemah 6 Poin

Pemangkasan Bank Indonesia (BI rate) sebesar 25 basis poin tampaknya belum bisa membuat berkibar. Menurut data Index pukul 15.59 WIB, hari ini (19/2) mata uang Garuda ditutup melemah tipis ke Rp13.509 per dolar AS. Rupiah terkoreksi 6 poin atau 0,04 persen dibanding sebelumnya di level Rp13.503 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah diharapkan melanjutkan tren penguatannya usai BI rate dipangkas menjadi 7 persen. Namun menurut Ekonom Samuel Sekuritas, Rangga Cipta, kembali turunnya dunia serta menguatnya indeks dolar AS membuat rupiah terpukul. “Rupiah hari ini terdorong melemah oleh penguatan indeks dolar serta penurunan minyak,” jelas Rangga.

Indeks dolar AS masih melanjutkan sentimen penguatannya, menyusul data yang sedikit membaik. Sementara, harga minyak berhasil bertahan di level 34 dolar AS per barel meski turun tipis hingga dini hari tadi.

“Pemangkasan BI Rate yang diumumkan pasca-jeda siang tidak berpengaruh banyak tehadap rupiah, setelah sebelumnya pemangkasan yang sebesar 25 sudah diharapkan,” sambung Rangga. “Malam nanti ditunggu angka inflasi AS yang diperkirakan kembali naik dari 0,7 persen YoY ke 1,30 persen. Ini bisa menjadi pemicu penguatan indeks dolar AS lanjutan meski terbatas.”

Namun ditambahkan Rangga, secara umum prospek pertumbuhan ke depan akan membaik. “Tetapi, dibutuhkan konsistensi belanja pemerintah yang membaik,” pungkasnya.

Sementara Ekonom Mandiri Sekuritas, Leo Rinaldy, mengungkapkan bahwa nilai tukar rupiah masih stabil dan Bank Indonesia masih berpeluang kembali melonggarkan BI rate sebesar 25 basis pon menjadi 6,75 persen pada pertengahan tahun ini. “Peluang pemangkasan BI rate muncul karena adanya potensi penurunan harga bahan bakar minyak, perkembangan dari suku bunga negatif , dan prospek kenaikan suku bunga yang lebih rendah daripada sebelumnya,” paparnya.

Loading...