Terpukul Brexit, Rupiah Langsung Terjun Bebas 143 Poin di Akhir Pekan

Hasil referendum yang menyatakan Inggris keluar dari Uni Eropa langsung membuat keok. Menurut laporan Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda menutup perdagangan akhir pekan (24/6) ini dengan pelemahan sebesar 143 poin atau 1,08% ke posisi Rp13.391 per AS.

Sebenarnya, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan menguat 30 poin atau 0,23% di posisi Rp13.218 per dolar AS. Namun, mata uang Garuda berbalik melemah tajam 262 poin atau 1,98% pada akhir perdagangan sesi pertama. Lalu, jelang atau pukul 15.27 WIB, rupiah kembali terjun bebas 186 poin atau 1,40% ke level Rp13.434 per dolar AS.

Direktur Investa Saran Mandiri, Hans Kwee, mengatakan bahwa pelemahan rupiah ini bukan hanya syok sesaat. “Kita akan mencermati dampak Brexit ini hingga hari Senin mendatang. Karena, kemungkinan dampaknya bukan menjadi sentimen sesaat bagi pasar uang,” jelas Hans.

“Fundamental ekonomi Inggris dan Eropa kemungkinan akan sama-sama melemah karena akan ada pengenaan biaya masuk dan pembatasan ,” tambah Hans. “Keterlambatan ekonomi Eropa ini akan berimbas pada ekonomi AS dan China yang menjadi mitra dagang utama Indonesia. Akhirnya, Indonesia juga terkena efek Brexit.”

Sementara itu, Gubernur , Agus Martowardojo, menilai pelemahan rupiah imbas referendum Inggris adalah hal yang wajar. “Kita melihat ini sesuatu yang wajar, karena memang ada fenomena flight to quality atau beralihnya ke aset yang terbilang aman,” kata Agus di Gedung Bank Indonesia.

Hasil voting referendum menghasilkan bahwa Inggris keluar dari Uni Eropa. Tindakan tersebut tentu membuat pound dan terpukul. Apalagi, hasil voting tersebut membuat dana-dana investasi di pasar keuangan akan berbondong-bondong menuju negara-negara yang perekonomiannya stabil seperti AS dan .

“Kita tahu bahwa hubungan Indonesia dengan Inggris tidak terlalu besar dari sisi ekspor maupun ,” sambung Agus. “Namun, dampak keuangannya pasti ada, yaitu dampak dalam bentuk aliran dana tadi. Tetapi, kami meyakini ini sifatnya sementara saja.”

Loading...