Terpengaruh Sentimen Negatif Bursa Global, Rupiah dan IHSG Kompak Ditutup Melemah

Pada hari ini (9/2), indeks harga saham gabungan () dan rupiah kompak ditutup melemah. Berdasarkan laporan Index pukul 15.59 WIB, hari ini Garuda ditutup melemah ke Rp13.612 per dolar AS. Rupiah terdepresiasi tipis 15 poin atau 0,11 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp13.597 per dolar AS.

Saat dibuka pagi hari, rupiah langsung melemah 155 poin atau 1,14 persen ke Rp13.752 per dolar AS. Kemudian sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak ke Rp13.755 per dolar AS (terlemah) hingga Rp13.580 per dolar AS (terkuat).

Adapun IHSG ditutup melemah 0,63 persen atau 30,32 poin ke level 4.768,62. Pelemahan IHSG sejalan dengan pergerakan bursa yang tertekan karena dipicu kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi .

Menurut Ekonom Samuel Sekuritas, Rangga Cipta, sebenarnya faktor global, termasuk sentimen pelemahan indeks dolar AS, bisa mendorong laju rupiah. “Sayangnya, cadangan devisa Januari 2016 yang drastis mengurangi ruang penguatan rupiah,” jelas Rangga.

Ditambahkannya, penurunan harga mentah dunia juga menjadi penghalang utama penguatan rupiah. “Harga masih turun, yang menandakan bahwa selisih antara pasokan dan permintaan masih berlebih,” sambungnya.

Pendapat senada diungkapkan Lana Soelistianingsih, yang juga salah satu Ekonom Samuel Sekuritas. Menurutnya, indeks future bursa hari ini memang berpotensi tercatat merah. “Ini pengaruh sentimen negatif bursa global dan harga minyak WTI yang kembali turun di bawah 30 dolar AS per barel,” jelas Lana.

Sementara laporan berbeda diberitakan Yahoo Finance. Pada pukul 16.05 WIB, meski sama-sama berada di kisaran Rp13.600 per dolar AS, tepatnya Rp13.610 per dolar AS, mata uang Garuda justru terapresiasi. Rupiah menguat 100 poin atau 0,73 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di Rp13.710 per dolar AS.

Loading...