Terpeleset di Akhir Dagang, Rupiah Melemah Jelang Putusan The Fed

Setelah bergerak nyaman di zona hijau sepanjang perdagangan Rabu (20/9) ini, rupiah ternyata harus terpeleset di akhir transaksi jelang keputusan rapat . Menurut Index pukul 15.58 WIB, NKRI memungkasi transaksi hari ini dengan tipis 3 poin atau 0,02% ke level Rp13.282 per AS.

Sebelumnya, pada perdagangan Selasa (19/9) kemarin, rupiah ditutup dengan pelemahan sebesar 24 poin atau 0,18% ke posisi Rp13.279 per dolar AS. Kemudian, pagi tadi, mata uang Garuda sempat rebound dengan dibuka menguat 9 poin atau 0,07% ke level Rp13.270 per dolar AS. Sepanjang hari ini, spot bergerak di rentang Rp13.259 hingga Rp13.285 per dolar AS.

Dari , indeks dolar AS sebenarnya cenderung tidak memiliki daya untuk bergerak di zona nyaman karena bersikap hati-hati menjelang keputusan meeting. Siang tadi pukul 11.18 WIB, mata uang Paman Sam tersebut terpantau melemah 0,033 poin atau 0,04% menuju level 91,76, sekaligus menjadi penurunan keempat dalam lima transaksi terakhir.

Saat ini, pelaku pasar memang masih mengevaluasi kemampuan The Fed untuk meningkatkan pada bulan Desember. Perhatian akan tertuju pada pendapat Gubernur The Fed, Janet Yellen, terutama tentang tren inflasi AS terkini. Jika pidato Yellen terkesan hawkish dan membuka peluang kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun, maka dolar AS memiliki potensi untuk rebound.

“Pertemuan FOMC pada tengah pekan ini mungkin memberikan isyarat tentang kenaikan suku bunga mendatang,” ujar Research Analyst FXTM, Lukman Otunuga, seperti dikutip Bisnis. “The Fed pada pertemuan kali ini diperkirakan tidak akan mengubah suku bunga acuan, sehingga investor akan sangat memperhatikan detail mengenai kapan Bank Sentral AS tersebut berencana merampingkan neracanya.”

Sebelumnya, pasar tampak terlihat tenang meski pidato Presiden AS, Donald Trump, di depan peserta sidang Majelis Umum PBB mengisyaratkan akan ‘menghancurkan’ Korea Utara bila negara tersebut terus melakukan aksi provokasi, sehingga bisa menimbulkan gejolak geopolitik yang baru. Pasalnya, pihak Korea Utara sendiri dikabarkan tidak memberikan respons langsung atas pidato Trump tersebut.

Loading...