Teror Bom di Sarinah, Rupiah Ditutup Anjlok di Rp13.907/USD

Teror bom yang terjadi di sekitar pusat perbelanjaan Sarinah di Jl. MH Thamrin, Jakarta, Kamis (14/1) pagi tadi berdampak negatif pada laju kurs . Imbas teror bom tersebut, hari ini ditutup terkoreksi ke level Rp13.907 per AS. Menurut Index pada pukul 15.59 WIB, terdepresiasi 72 poin atau 0,52% dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.835 per dolar AS.

Pada pagi, rupiah dibuka di level Rp13.857 per dolar AS. Sebelum ledakan pertama atau sekitar pukul 10.00 WIB, rupiah masih di posisi Rp13.875 per dolar AS. Namun usai ledakan tersebut atau sekitar pukul 11.15 WIB, rupiah langsung anjlok menyentuh level Rp13.981 per dolar AS.

Anjloknya rupiah juga dilaporkan . Pada pukul 15.59 WIB, rupiah berada di level Rp13.920 per dolar AS. Garuda terkoreksi 70 poin atau 0,51% dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.850 per dolar AS.

Menurut Ekonom KENTA Institute, Eric Sugandi, pasar finansial terpengaruh dalam jangka sangat pendek. Sebab, persepsi investor terhadap stabilitas keamanan bisa menjadi negatif. “Pemerintah harus sigap menangani ini. Semakin cepat penanganannya, dampak negatif kejadian ini terhadap ekonomi semakin bisa diminimalisasi,” saran Eric.

Dampak negatif teror bom Sarinah terhadap laju rupiah juga disuarakan Analis PT Bank Woori Saudara Indonesia, Tbk, Rully Nova. Menurut Rully, sentimen internal mendominasi pelemahan hari ini.

politik dan keamanan langsung memengaruhi pergerakan rupiah,” jelas Rully. “Ini memengaruhi persepsi pelaku pasar terhadap situasi politik dan keamanan di Indonesia. Hal ini jelas mengkhawatirkan investor terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.”

Seperti diketahui, dua ledakan keras terjadi di perempatan Sarinah sekitar pukul 10.40 WIB dan pukul 10.55 WIB. Ledakan bom itu diduga melukai seorang polisi dan dua orang lainnya yang hingga laporan ini diturunkan belum diketahui identitasnya.

Loading...