Termasuk Langka, Harga Buku The History of Java Dijual Hingga Rp 25 Juta

Buku The History of Java - www.cakrawanainspirasi.comBuku The History of Java - www.cakrawanainspirasi.com

Mengetahui bisa dilakukan dengan berbagai cara, termasuk dengan membaca . Salah satu yang dianggap cukup fenomenal dan kini usianya menginjak lebih dari 200 tahun adalah berjudul The History of Java. History of Java saat ini disebut-sebut sebagai salah satu yang cukup langka di dan tidak semua buku masih menjualnya, bahkan di buku besar seperti Gramedia pun stoknya sudah habis. Padahal The History of Java adalah salah satu buku yang patut dibaca untuk mengetahui seperti apa sejarah Jawa di masa lampau.

buku The History of Java saat ini bervariasi, ada yang menjual terjemahan Bahasa Indonesia di kisaran Rp 65 ribuan hingga Rp 70 ribuan, kemudian ada juga versi hardcover yang dihargai Rp 200-250 ribuan, hingga yang paling mahal bisa dengan Rp 25 juta untuk versi Bahasa Inggris yang diklaim asli cetak ulang pertama Oxford tahun 1978.

Buku The History of Java yang ditulis oleh Thomas Stamford Raffles ini disebut-sebut menjadi salah satu sumber sejarah paling penting untuk mengetahui kehidupan masyarakat Jawa di masa lalu. Buku tersebut disusun oleh Sir Thomas Stamford Raffles, seorang administratur kelahiran Inggris, yang terobsesi untuk merekam eksotisme dunia Jawa yang penuh keragaman serta keunikan geografis dan budaya.

Buku The History of Java diterbitkan pertama kali tahun 1817 dalam 2 volume, yang pertama berisi inti buku itu sendiri secara lengkap, sedangkan volume kedua berisi tambahan beserta lampiran. Kemudian volume 1 dan 2 dirangkum menjadi sebuah buku yang berisi tentang keadaan geografis, mengenai penduduk asli Jawa, keadaan pertanian, kepercayaan dan upacara keagamaan, bahasa, serta sejumlah hal menarik lainnya.

“Raffles memang fenomenal. Dia seperti komet. Pada 35 tahun, sudah menjadi Letnan Gubernur di Jawa. Menurut saya, dia adalah figur menarik dalam sejarah Inggris. Buku ini (The History of Java) memiliki segudang pengetahuan dan merupakan warisan dari leluhur,” kata Peter Carey, sejarawan dan pengarang asal Inggris, seperti dilansir Kumparan.

Loading...