Termasuk Jenis Unggul Asal Mexico, Harga Pepaya California Berkisar Rp 4.000 per Kg

Pepaya CaliforniaIlustrasi : Pepaya California yang sudah dibelah

Pepaya merupakan buah yang banyak difavoritkan oleh masyarakat . Pada dasarnya jenis pepaya yang beredar di Tanah Air cukup beragam. Salah satu yang cukup disukai adalah jenis pepaya California asal Mexico. buah pepaya Mexico ini relatif lebih mahal dibandingkan pepaya .

Pepaya California termasuk jenis unggul dan berumur genjah, pohon atau batangnya kerdil atau lebih pendek dibandingkan jenis pepaya lain, tinggi sekitar 1,5-2 meter dan sudah bisa dipanen setelah berumur 8-9 bulan. satu ini disebut-sebut berasal dari Mexico bagian selatan dan Nikaragua, lalu dibudidayakan ke sejumlah negara tropis, termasuk Indonesia.

Jenis pepaya California sedianya adalah hasil rekayasa dari Prof. Dr. Ir. Sriani Sujiprihati, seorang ilmuwan dari Pusat Kajian Buah Tropika, Institut Pertanian Bogor (IPB), bersama para ilmuwan IPB, melalui penelitian di berbagai daerah. Tadinya pepaya tersebut dinamai pepaya calina, namun masyarakat lebih mudah mengingatnya dengan sebutan pepaya California.

Salah satu pepaya California asal Warunggunung, Kabupaten Lebak, Yana mengaku sengaja membudidayakan pepaya California karena lebih unggul dari segi rasa dan tidak terlalu terpengaruh musim. “Meski saat ini memasuki musim kemarau, tetapi produksi pepaya jenis ini di wilayah Warunggunung justru masih . Apalagi, tanaman pepaya di sini rata-rata masih usia remaja antara 9 sampai 11 bulan sehingga produktivitas cukup tinggi. Untuk kali ini, semua produksi pepaya dipasok ke sejumlah bandar penampung di Pasar Rangkasbitung. Kami bisa memasok untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal sekitar satu sampai dua ton per pekan,” ujar Yana, seperti dilansir KabarBanten.

“Dari hasil panen itu kami bisa menghasilkan pendapatan sekitar Rp 16 juta, jika dikalkulasikan harga Rp 4.000 per kg dengan jumlah empat ton itu. Panen kami cukup lumayan menguntungkan karena tidak terserang hama,” sambung petani lain bernama Suhari.

Ditemui secara terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak Dede Supriatna menuturkan, saat ini petani pepaya di Warunggunung dapat memasok untuk kebutuhan pasar lokal dan luar daerah karena produksinya mencapai puluhan ton per pekan. “Kami mendorong petani terus meningkatkan produktivitas sehingga Lebak ke depan sentra penghasil papaya California dan memenuhi permintaan pasar ,” tandasnya.

Loading...