Termasuk Jasa yang Banyak Dibutuhkan, Berapa Biaya Translate per Lembar?

Ilustrasi: aktivitas penerjemah dokumenIlustrasi: aktivitas penerjemah dokumen

Saat ini, masyarakat mungkin kerap menganggap sepele . Pasalnya teknologi telah berkembang semakin canggih. Sekarang ini seseorang bisa menerjemahkan segala bahasa ke dalam tutur yang diinginkan, cukup dengan mengandalkan aplikasi smartphone atau bahkan hanya bermodal Google Translate. Meski demikian, karena memanfaatkan mesin, hasil terjemahan lewat aplikasi belum bisa dikatakan sempurna. Di sinilah penerjemah menjadi faktor yang tak bisa dianggap remeh.

Tiga mahasiswa jurusan Sastra Inggris Universitas Negeri Malang (UM), yakni Aulia Akifina Annur, M Umar Pradhani, dan Dian Islamiati bahkan berhasil membuka jasa penerjemah sendiri dan beberapa tahun lalu berada di posisi ke-3 Expo Mahasiswa Indonesia di Universitas Brawijaya (UB). “Kami sudah menjalankan usaha ini sejak Februari 2014,” kata Aulia, seperti dilansir Tribunnews.

Sementara itu, Umar mengaku jika sebelumnya sempat hanya memperoleh upah sebesar Rp 15.000 per ketika menjadi penerjemah freelance. Honor itu ia anggap terlalu rendah jika dibandingkan pendapatan perusahaan yang bisa mencapai Rp 50.000 per .

Ketiga orang ini mulanya menganggap pendapatan mereka itu cukup tinggi. Tetapi setelah mengetahui honor yang didapat relatif kecil, Aulia dan Umar pun akhirnya memutuskan untuk membuka usaha sendiri.

Dari yang awalnya hanya menerima jasa penerjemahan Bahasa Inggris, kini jasa translator yang mereka kelola terus berkembang serta menerima jasa translate dalam berbagai bahasa seperti Mandarin, Belanda, Bahasa Arab, Rusia, Korea, Jepang, dan lain-lain. “Ini karena kebutuhan klien. Ada yang menelepon, akhirnya kami berkembang,” beber Umar.

Menariknya, jasa penerjemah ini bahkan juga sudah diakui lewat terbitnya Menteri Keuangan PMK No. 49/PMK.02 Tahun 2017 Tentang Perubahan Standar Masukan Tahun Anggaran 2018 yang mengatur Satuan Penerjemahan dan Pengetikan.

Berdasarkan peraturan tersebut, atau harga jasa translate per halaman jadi dari Bahasa Asing ke Bahasa Indonesia atau sebaliknya untuk Bahasa Inggris dipatok Rp 200 ribu, Bahasa Jepang atau Mandarin Rp 350 ribu, Bahasa Belanda Rp 400 ribu, Bahasa Belanda Rp 400 ribu, Jerman Rp 350 ribu, dan bahasa asing lainnya Rp 250 ribu. Sedangkan terjemahan dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Daerah/Bahasa Lokal atau sebaliknya standar biayanya Rp 120 ribu per halaman jadi.

Loading...