Termasuk BPHTB, Ini Perhitungan Biaya Sertifikat Rumah Hibah

Ilustrasi : Pengurusan sertifikat rumah hibah harus memerhatikan persyaratan dan biaya BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan)Ilustrasi : Pengurusan sertifikat rumah hibah harus memerhatikan persyaratan dan biaya BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan)

JAKARTA – merupakan salah satu dokumen yang perlu Anda miliki, tidak hanya saat membeli rumah, melainkan juga apabila mendapatkan hibah atau warisan. Namun, berbeda dengan proses mengurus sertifikat atau rumah pribadi, pengurusan sertifikat hibah ini harus memerhatikan dan BPHTB (Bea Perolehan Hak atas dan ).

“Pada umumnya, penerima surat hibah wasiat adalah orang pribadi yang masih dalam hubungan keluarga dengan pemberi hibah wasiat, atau orang pribadi yang tidak mampu,” tulis Rumah.com. “Di samping orang pribadi, penerima hibah wasiat juga bisa berupa badan yang biasanya mempunyai kegiatan pelayanan kepentingan umum di sosial, keagamaan, pendidikan, kesehatan dan kebudayaan, yang semata-mata tidak mencari keuntungan.”

Karena ahli waris dan penerima surat hibah wasiat memperoleh hak secara cuma-cuma, maka untuk memberikan rasa keadilan, besaran pengenaan BPHTB perlu diatur tersendiri dengan Pemerintah. Menurut Pasal 2 UU No. 20 tahun 2000, BPHTB yang terutang atas perolehan hak karena waris dan hibah wasiat adalah sebesar 50% dari BPHTB yang seharusnya terutang.

Berbeda dengan perhitungan BPHTB karena jual yang menghitung BPHTB berdasarkan Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP) atau transaksi, perolehan BPHTB karena warisan atau hibah dihitung berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang dianggap sebagai NPOP. Prinsip perhitungan sama dengan jual beli, yaitu 5 % x (NPOP – NPOPTKP). NPOPTKP warisan adalah Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak yang besarnya berbeda untuk masing-masing daerah.

Setelah Anda mengurus pajak BPHTB, Anda bisa menghitung biaya pengajuan sertifikat hak milik (SHM) langsung ke Badan Pertanahan Nasional. Untuk wilayah DKI Jakarta misalnya, dengan luas tanah 1.000 m2, maka biaya pembuatan sertifikat rumah atau tahan hibah adalah sebesar Rp780 ribuan, dengan rincian biaya pengukuran Rp340.000, biaya panitia Rp390.000, dan biaya Rp50.000.

Untuk mengurus sertifikat rumah hibah ini, ada beberapa dokumen yang wajib disertakan. Di antaranya formulir permohonan, surat kuasa (jika dikuasakan), fotokopi identitas diri pemohon atau ahli waris, sertifikat asli, surat keterangan waris sesuai peraturan perundang-undangan, akte wasiat (notaris), fotokopi SPPT PBB tahun berjalan, dan penyerahan bukti SSB.

Loading...