Termasuk Bagian Perizinan Bangunan, Berapa Biaya Pengurusan Sertifikat Laik Fungsi?

Biaya Pengurusan Sertifikat - blog.hubspot.comBiaya Pengurusan Sertifikat - blog.hubspot.com

pengurusan perizinan properti selama ini kerap dinilai membutuhkan waktu yang cukup lama, misalnya saja untuk laik (SLF) . Bahkan kabarnya ada yang memakan waktu hingga 1 tahun hingga SLF terbit.

Akan tetapi, hal ini rupanya dibantah oleh Dinas Penataan Kota Provinsi DKI Jakarta. Menurut Kepala Pengawasan Dinas Penataan Kota Provinsi DKI Jakarta, Wiwit Djalu Adji, pembuatan perizinan seperti SLF idealnya hanya butuh waktu sekitar 60 hari. “Pembuatan SLF kalau mulus itu cuma 60 hari. Itu dengan catatan tidak ada perbaikan di sana-sini,” ungkap Wiwit di Jakarta Pusat, seperti dilansir Kompas.

Lebih lanjut Wiwit memaparkan, proses perizinan sertifikat layak fungsi ini butuh waktu lama karena seringkali terjadi perbaikan seperti koreksi pada As Built dan kesesuaian fungsi bangunan. “Pembuatan SLF ini kan awalnya harus dimohonkan, lalu diperiksa lagi Izin Mendirikan Bangunannya (IMB), kesesuaian As Built, dan rekomendasi kebakarannya. Kalau sudah semua kita periksa sesuai fungsinya di lapangan. Saat pemeriksaan itu pasti ada perbaikan lagi. Mungkin di situ yang membuat waktunya lama,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kelembagaan Direktorat Jendral Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Rogidesa menuturkan jika proses pembuatan sertifikat laik fungsi di seluruh daerah dapat dilakukan secara alias tak dipungut . “Pemerintah Daerah tidak boleh menarik pembuatan SLF sesuai dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang bangunan gedung,” jelas Rogi.

Rogi mengatakan, SLF adalah jaminan yang diberikan pemerintah daerah terhadap kelaikan bangunan yang hendak ditempati atau disinggahi terkait dengan aspek keamanan dan sejumlah kelayakan komponen pendukungnya. Saat ini SLF merupakan bagian dari perizinan bangunan usai pengurusan IMB oleh pihak developer atau pengembang. “Kalau semua bangunan sudah sesuai gambaran IMB, maka SLF bisa dikeluarkan oleh instansi terkait di daerah,” tutur Rogi.

Masa berlaku SLF untuk bangunan non rumah tinggal adalah 5 tahun, sedangkan untuk bangunan rumah tinggal berlaku hingga 10 tahun. Sebelum masa berlaku habis, pemilik gedung harus mengajukan lagi permohonan perpanjangan SLF, dilengkapi laporan hasil Pengkajian Teknis Bangunan Gedung oleh pengkaji teknis dari pengembang yang memiliki Izin Pelaku Teknis Bangunan (IPTB) bidang Pengkaji Bangunan.

Loading...