Terletak di Kabupaten Tuban, Biaya Pesantren Langitan Berbeda Untuk Pondok Putra dan Putri

pondok, pesantren, langitan, tuban, kabupaten, presiden, jokowi, kunjungan, ponpes, santri, baru, 2018, biaya, masuk, putri, putra, timur, barat, almamater, seragam, pondok, madrasah, pendidikanSantri Pesantren Langitan Tuban (Instagram: @ahludzikria)

(ponpes) Langitan Tuban pada tahun 2018 ini menerima baru. Bagi calon baru, terdapat beberapa yang harus dipenuhi, antara lain wali berkunjung ke ponpes tersebut, calon mengisi formulir pendaftaran, fotokopi ijazah lulusan terakhir, foto hitam putih ukuran 3×4, dan lainnya. Persyaratan bisa Anda lihat di laman langitan.net.

Untuk biayanya, dibedakan menjadi pondok putra dan putri. Pondok putra dan Madrasah Al Falahiyah membebankan biaya sejumlah Rp 500.000, yang di dalamnya termasuk biaya i’anah pangkal pondok, i’anah pangkal madrasah, i’anah pembangunan pondok, i’anah kelengkapan administrasi, dan almamater pondok.

Sedangkan, pondok putri dibagi menjadi dua, yaitu pondok putri barat dan Madrasah Al Mujibiyah serta pondok putri timur dan Madrasah Ar-Raudloh. Biaya masuk di Pondok Putri Barat sebesar Rp 460.000, yang termasuk uang pangkal pondok dan madrasah, uang seragam madrasah 2 setel, uang seragam pondok 1 setel.

Untuk pondok putri timur, biaya masuknya sekitar Rp 255.000, yang termasuk uang pangkal pondok dan madrasah, uang seragam, dan kelengkapan administrasi. Bagi Anda yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut, bisa menghubungi melalui email di langitan@langitan.net, atau bisa menghubungi nomor kontak yang tertera di laman langitan.net.

Di Ponpes Langitan, tujuan dan pengajarannya tidak lepas dari tiga pokok dasar, salah satunya adalah membina anak didik menjadi manusia yang memiliki ilmu pengetahuan luas yang bersedia mengamalkan ilmunya, rela berkorban dan berjuang dalam menegakkan syiar .

Pada awal Maret 2018 lalu, ponpes tersebut kedatangan tamu istimewa, yaitu Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo. Beliau datang ke pesantren dalam rangka kunjungan kerjanya ke Jawa Timur. Jokowi, begitu sapaan akrabnya, memilih untuk bersilaturahmi dengan santri Ponpes Langitan, Kabupaten Tuban.

Saat tiba di ponpes tersebut, Jokowi disambut oleh pimpinan ponpes, K.H. Ubaidillah Faqih, dan langsung melaksanakan salat Magrib berjemaah. Walaupun, pada saat itu hujan deras, tetapi hal tersebut tidak menyurutkan semangat para santri untuk bertemu dengan Jokowi.

“Saya senang sekali bisa bertemu para santri di Ponpes Langitan. Santri pada ceria semua memperlihatkan semua santri di sini pinter,” ucap Presiden.

Sebagai bentuk apresiasi, seperti biasanya Jokowi memberikan kuis berhadiah sepeda kepada tiga santri. Salah satu santri yang mendapat kesempatan menjawab adalah Faiq. Ia diminta untuk menyebutkan delapan nama suku yang ada di Indonesia.

“Suku Madura, suku Batak, suku Aborigin,” ujar Faiq. “Suku Aborigin itu Australia,” jawab Presiden. “Suku Baduy, suku Asmat, Suku Jawa, Suku Jawa Timur,” lanjut Faiq. “Nggak, nggak ada suku Jawa Timur, ngawur. Nanti ada suku Jawa Tengah,” celetuk Presiden.

Di akhir sambutannya, Jokowi mendoakan agar para santri selalu diberikan kesehatan. “Para santri, Pak Kiai, mohon maaf tadi menunggu dan juga kehujanan. Semoga Allah SWT selalu memberikan kesehatan kepada para santri, baik yang kehujanan maupun tidak kehujanan, sehat semuanya,” tuturnya.

Loading...