Terkenal Akan Keindahan Alam & Terumbu Karang, Biaya Nyebrang Ke Nusa Lembongan Mulai Rp 200 Ribuan

biaya, nyebrang, ke, nusa, lembongan, bali, penida, ceningan, di, kkp, terumbu, karang, dream, beach, wisatawan, lokal, asing, one, way, pulang, pergi, sanur, pantai, pulau, benoa, jadwalSalah satu wilayah pesisir pantai dangkal di Nusa Lembongan (sumber: bali-indonesia.com)

dikenal dengan beragam destinasi yang memanjakan mata. Salah satu tempat yang terkenal adalah Kuta. Jika Anda ingin suasana lainnya, bisa mengunjungi Dream Beach. Letaknya tidak terlalu jauh dari jembatan kuning yang merupakan pemisah antara Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan.

Bagi Anda yang tertarik ke Dream Beach, perlu naik fast boat dari Sanur dan berhenti di terdekat dari Nusa Lembongan, yang membutuhkan waktu 30-45 menit .

Penyeberangan ke Nusa Lembongan bisa dilakukan dari beberapa tempat, sebut saja Pantai Sanur dan Pelabuhan Benoa. Untuk nyebrang, dibedakan antara lokal dan mancanegara. Untuk lokal, one way biayanya Rp 200 ribu. Jika pulang pergi, maka biayanya Rp 350 ribu. Sementara, asing, biaya untuk one way yaitu Rp 350 ribu, untuk pulang pergi Rp 550 ribu.

Untuk jadwal dan juga apa yang digunakan, informasi itu bisa Anda cari secara online. Setelah Anda sampai di Nusa Lembongan, untuk bisa sampai di Dream Beach, Anda bisa menyewa motor penduduk di sekitar situ. Dibutuhkan waktu sekitar 10-20 menit untuk sampai ke pantai.

Selain terkenal karena keindahan pantai dan alamnya, Nusa Lembongan merupakan salah satu tempat pelestarian terumbu karang. Bali masuk ke dalam triangle terumbu karang bersama dengan Malaysia, Filipina, Timor Leste, Kepulauan Solomon, dan Papua New Guinea. Hal tersebut diungkapkan oleh Executive Director Coral Triangle Center, Rili Djohani.

“Sejak tahun 2010 kami CTC melestarikan daerah terumbu karang. Banyak masalah di laut terkait terumbu karang mulai dari penangkapan ikan liar, pencemaran dan perubahan iklim,” katanya.

Rili Djohani menambahkan, saat ini sudah ada 165 kawasan konservasi perairan (KKP) yang sangat potensial untuk mendukung tujuan dari perikanan yang berkelanjutan di Indonesia.

“Kawasan Konservasi memegang peranan penting dalam manajemen perikanan yang berkelanjutan, mengingat kawasan ini mempunyai potensi untuk memastikan terciptanya ekosistem yang kondusif bagi ikan-ikan untuk berkembang baik. Namun, sekitar 60 persen dari total luas KKP di Indonesia itu baru pada tahap dicadangkan, sehingga belum dimanfaatkan sebagaimana seharusnya KKP itu sendiri,” imbuhnya.

Di Bali sendiri salah satu KKP ini ada di Nusa Penida dengan luas 20.057 hektare, yang terdiri atas tiga kepulauan yaitu Nusa Penida, Nusa Ceningan, dan Nusa Lembongan. Pada KKP Nusa Penida terdapat 298 spesies terumbu karang dan 576 spesies ikan terumbu karang. Dikatakan juga bahwa terumbu karang ini menghasilkan 50 persen oksigen di bawah air.

“Kami kerja sama dengan pariwisata, industri, sehingga KKP bisa berjalan dengan baik. Harus ada kolaborasi dan kerja sama dengan semua pihak agar ikut aktif dalam kegiatan konservasi ini,” imbuh Rili kembali.

Kerja sama dengan pariwisata sangat penting karena dengan adanya dive industri juga bisa membantu memonitor kondisi perairan, dan dive operator jadi contoh agar di bawah laut tidak mengambil karang atau berjalan di atas karang serta ikan-ikan tidak diganggu.

Loading...