Terkandung Dalam Obat Kudis (Scabies), Harga Salep Permethrin Generik Mulai Rp 50 Ribuan

harga, salep, permethrin, generik, scabies, kudis, obat, luar, kulit, malam, hari, gatal, pondok, pesantren, menular, scabimite, 10, 30, gram, di, apotek, penyakit, kondisi, kebersihanIlustrasi: mengoleskan salep di tangan yang terkena penyakit kulit (sumber: independent.co.uk)

atau yang dalam bahasa medis disebut sebagai scabies merupakan suatu kondisi menular yang disebabkan oleh menyusupnya tungau kecil pada lapisan luar yang kemudian menimbulkan pada kulit dan bersifat sangat .

Penyebab dari penyakit kulit menular tersebut adalah tungau sarcoptes scabiei. Tungau ini akan bersarang di bawah lapisan kulit luar dengan menggali liang yang menyerupai terowongan. Daerah kulit yang disarangi oleh tungau ini kemudian akan terasa sangat gatal, terutama pada malam hari saat suhu tubuh menjadi lebih hangat, dan pada akhirnya akan membentuk ruam.

Untuk mengatasi scabies atau kudis itu, Anda bisa mengoleskan salep generik, seperti yang mengandung permethrin. Permethrin adalah dengan fungsi untuk mengobati kudis, sebuah penyakit yang disebabkan oleh serangga kecil disebut tungau yang menempel pada kulit Anda dan menyebabkan iritasi. Permetrin tergolong ke dalam kelas yang disebut pyrethrins. Permetrin bekerja dengan melumpuhkan dan membunuh tungau serta telurnya.

Obat dengan kandungan permethrin merupakan obat luar, hanya digunakan pada kulit saja. Pakai obat sesegera mungkin setelah dianjurkan. Oleskan obat dari kepala hingga telapak kaki, termasuk bawah kuku dan lipatan kulit seperti antara jari kaki sesuai yang disarankan. Pijat ke dalam kulit. Jangan menggunakan obat lebih dari yang diresepkan. Cuci setelah 8-14 jam saat mandi.

Salah satu salep khusus scabies yang dijual di apotik seperti Apotek K24 adalah Scabimite. Ada yang berukuran 10 gram, dijual dengan Rp 56 ribu, sedangkan ukuran 30 gram Rp 101 ribu. Menurut anjuran dalam kemasan obat, sebaiknya digunakan pada saat malam hari.

Kudis merupakan contoh penyakit menular, terutama di kalangan pelajar. Tempat yang paling sering terjangkit penyakit kulit itu adalah di pondok pesantren (ponpes). “Scabies adalah permasalahan kulit yang menjadi momok bagi santri karena kurang bisa menjaga kebersihan,” kata Nazif Lathif, salah satu dari Tim mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) UNS Solo.

“Penyakit scabies ini membuat rasa malu dan mengganggu konsentrasi belajar para santri,” ungkapnya. Nazif bersama teman-temannya dari FK tergerak menggelar kegiatan penyuluhan dan pemberantasan skabies di Ponpes Daarul Quran Surakarta. Kegiatan ini di bawah bimbingan dr. Riza Novierta Pesik dan dokter spesialis penyakit kulit Eko Irawan.

Kegiatan tersebut mendapatkan dukungan dana dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat 2018. “Kegiatan ini kami beri nama Program Eradikasi Massal Scabies [Pro Empatik] pada Ponpes Daarul Quran Surakarta,” jelasnya.

Direktur Operasional Daarul Quran Surakarta, Muhammad Mujahidin, mengakui dulu santri memang sering terkena penyakit kudis karena lokasi pondok dekat tempat pembuangan sampah (TPS) sehingga air mandi tercemar. Di samping itu, para santri juga tidak menjaga kebersihan seperti handuk jarang dicuci sampai beberapa pekan.

Loading...