Terjegal di Detik Akhir, Rupiah Ditutup Melemah Tipis 2 Poin

rupiah - www.newsth.comrupiah - www.newsth.com

gagal menjaga laju di zona hijau hingga tutup dagang, justru ketika greenback kembali bergerak lebih rendah karena tertekan kekhawatiran tensi dagang AS-China. Menurut Index pukul 15.59 WIB, NKRI menutup Rabu (4/4) ini dengan pelemahan tipis sebesar 2 poin atau 0,01% ke level Rp13.766 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah sudah berakhir melemah 11 poin atau 0,08% di posisi Rp13.764 per dolar AS pada tutup dagang Selasa (3/4) kemarin. Namun, pagi tadi, spot mampu rebound 6 poin atau 0,04% ke level Rp13.758 per dolar AS ketika membuka pasar. Sayangnya, mata uang Garuda harus tersandung di detik-detik akhir transaksi.

Dari pasar , indeks dolar AS kembali bergerak lebih rendah pada Rabu, karena tertekan kekhawatiran meningkatnya tensi dagang AS-China, yang dapat menyebabkan kerugian pada global dan pertumbuhan AS. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,124 poin atau 0,14% ke level 90,076 pada pukul 11.16 WIB dan turun menuju posisi 106,50 terhadap yen Jepang pada pukul 10.15 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, greenback sempat menguat versus yen pada transaksi sebelumnya, menyusul meningkatnya minat terhadap aset berisiko serta penguatan sejumlah indeks saham utama di bursa Wall Street. Namun, prospek dolar AS kembali dihantui ketegangan perdagangan global, sehingga pamor yen, sebagai aset safe haven, terkatrol.

Pada Selasa kemarin, Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan tarif impor sebesar 25% atas sekitar 1.300 teknologi industri, transportasi, dan medis dari China. Kementerian Perdagangan Negeri Tirai Bambu pun mengecam serta menentang rencana tersebut dan mengatakan mereka akan mengambil langkah balasan.

“Kekhawatiran terus-menerus atas ketegangan perdagangan global cenderung membebani kurs dolar AS terhadap yen Jepang,” terang analis pasar global senior untuk Sumitomo Mitsui Banking Corporation di Singapura, Satoshi Okagawa. “Dolar AS mungkin akan terbebani, dan sulit untuk menguat menuju level 108 yen.”

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.760 per dolar AS, menguat 5 poin atau 0,03% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.765 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang bergerak mixed versus greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,11% dialami rupee India, sedangkan pelemahan terdalam sebesar 0,23% menghampiri won Korsel.

Loading...