Terjebak dalam Gejolak Pasar, Nilai Bitcoin Kembali Anjlok

Bitcoin

TOKYO – Sempat melambung, kini nilai cryptocurrencies, termasuk , etereum, dan litecoin, perlahan di global. Penurunan tersebut disebabkan oleh penolakan sebagian besar terhadap sebagai aset yang kredibel, selain pelarangan di banyak negara serta pelemahan yang dialami saham global yang mengakibatkan investor menjual kepemilikan mereka.

Menurut laporan yang diturunkan Nikkei, bitcoin, kripto paling populer dan paling banyak diperdagangkan, melemah menuju posisi 5.947 dolar di pasar Asia pada Selasa (6/2), atau anjlok 14 persen dari hari sebelumnya, sekaligus mencapai level terendah dalam tiga bulan. Bitcoin dijual secara besar-besaran beberapa minggu terakhir karena investor berusaha menutupi kerugian yang terjadi pada saham mereka dan kepemilikan lainnya.

Bitcoin bukan merupakan satu-satunya kripto yang berada dalam kondisi tertekan. Etereum pada hari yang sama juga anjlok hingga 30 persen, menjadi 574 dolar AS atau posisi terendah dalam dua bulan. Sementara itu, litecoin kehilangan hampir 30 persen menjadi 107 dolar AS, menurut CoinDesk.com, yang memberikan harga patokan untuk cryptocurrencies utama.

Investor global sebelumnya telah menikmati pertumbuhan kripto yang eksplosif, sebagian karena mereka percaya bahwa mata uang ini bebas dari fundamental , tidak seperti mata uang konvensional. Namun, sejak Coincheck mendapat serangan hacker yang berhasil menyedot hingga 58 miliar yen dalam koin NEM, semuanya berubah.

Regulator Jepang meminta Coincheck melaporkan masalah tersebut pada tanggal 13 Februari, dan ada kemungkinan perusahaan ini gagal melindungi diri dari serangan hacker dengan benar. Dalam twist yang lain, Reuters melaporkan bahwa badan intelijen Korea Selatan telah mengatakan kepada anggota parlemen negara tersebut bahwa Korea Utara kemungkinan memainkan peran dalam pencurian Coincheck.

Harga cryptocurrencies sendiri telah mulai menurun sejak awal Januari lalu, ketika beberapa pedagang mulai menolak mata uang digital sebagai aset yang kredibel. Ini adalah reaksi terhadap keputusan Securities and Exchange Commission AS yang memblokir pencatatan dana perdagangan bertransaksi bitcoin, sebuah keputusan yang membuat investor lebih sulit untuk meletakkan aset mereka.

Dengan pasar kripto yang sudah mengalami kegelisahan, goncangan harga saham yang dimulai pada hari Jumat (2/2) di New York telah mendorong harga semakin ‘turun dari tebing’. Banyak investor ritel dan institusional menjual kepemilikan digital mereka untuk menutupi kerugian yang dialami di pasar keuangan lainnya, dan ini memiliki pengaruh yang berkorelasi pada harga. “Kekhawatiran kredibilitas bisa menyebar ke sisa pasar kripto,” kata analis Tetsuyuki Oishi.

Menurut Coinmarketcap.com, total kapitalisasi pasar dari semua kripto yang ada pada awal Selasa kemarin adalah 289 miliar dolar AS, terjun bebas lebih dari 60 persen dari harga tertinggi sepanjang masa di angka 814 miliar dolar AS yang tercatat tanggal 8 Januari. Saham Ceres, yang berinvestasi di berbagai bisnis kripto, turun 16 persen, sedangkan saham PC Partner Group asal Hong Kong, yang mengembangkan dan memproduksi kartu grafis yang digunakan untuk pertambangan kripto, melorot 21 persen.

Loading...