Terjadi di Australia, Harga Rumah Diperkirakan Akan Jatuh Pada Tahun 2018

harga, rumah, akan, jatuh, 2018, di, Indonesia, Australia, Juni, tahun, properti, bisnis, seperti, turun, kota, Canberra, Perth, pertumbuhan, politik, dukungan, pemerintah, subsidiHarga Rumah 2018 Anjlok di Australia

Properti dikenal sebagai salah satu yang terus berkembang. Hal tersebut dikarenakan harganya yang cenderung naik dari waktu ke waktu. Begitu pula dengan . Tidak perlu menunggu waktu lama untuk melihat harga rumah.

Berbeda dengan produk lain, jumlah pasokan di pasar properti bersifat tidak elastis (inelastic supply). Artinya, perubahan pada sisi permintaan dari pasar properti di suatu lokasi tertentu, tidak langsung diikuti oleh perubahan di sisi pasokan pada lokasi yang sama.

Ketika permintaan meningkat melampaui kemampuan persediaan, maka dibutuhkan waktu untuk memenuhi kebutuhan itu. Akibatnya, harga pun akan mendadak naik. Namun, ketika permintaan turun melebihi tingkat persediaan yang ada, maka harga biasanya tidak bisa turun secepat ketika harga tersebut naik.

Di tahun 2018 ini, diperkirakan bisnis properti seperti rumah di masih akan mengalami pertumbuhan. Meskipun gejolak ekonomi diprediksi masih besar terutama mendekati tahun politik, namun bisnis properti akan mengalami pertumbuhan. Hal itu karena banyak dukungan yang diberikan pemerintah di sektor tersebut serta proyek infrastruktur banyak akan selesai tahun ini.

Tetapi, ada pula beberapa pendapat mengatakan bahwa harga properti seperti rumah di Indonesia akan jatuh di tahun 2018. Hal tersebut dinilai penyebabnya adalah adanya subsidi dari pemerintah.

Perkiraan mengenai harga rumah turun ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia. Di salah satu negara tetangga, yaitu Australia juga begitu. Bahkan, perkiraan tersebut sudah dilakukan beberapa tahun sebelumnya.

Sebuah lembaga ekonomi terkenal di Australia, BIS Shrapnel memperkirakan bahwa harga rumah akan turun di banyak kota di Australia sampai tahun 2018. BIS Shrapnel memperkirakan tingkat yang rendah akan membuat harga rumah melonjak. Namun, dengan kemungkinan naiknya dan yang menurun menyebabkan harga akan turun dari tahun 2017 lalu.

Tetapi, berbeda dengan peringatan akan kemungkinan jatuhnya harga rumah seperti perkiraan dari Sekretaris Bendahara Utama Australia, BIS Shrapnel tidak khawatir mengenai kemungkinan terjadinya hal tersebut, dan memperkirakan harga rumah turun sedikit saja.

Dua kota di Australia, Perth dan Canberra akan mengalami penurunan harga properti secara signifikan. Namun, BIS Shrapnel memperkirakan harga rumah akan naik perlahan di kota-kota lainnya (selain kedua kota tersebut) hingga bulan Juni 2018. Namun untuk apartemen, keadaannya agak lain karena sekarang ini ketersediaan properti jenis tersebut berlebihan.

“Di banyak ibukota negara bagian, pembangunan apartemen terjadi besar-besaran karena permintaan . Berbagai proyek ini sekarang hampir selesai, dan permintaan harus tinggi untuk memenuhi berbagai pembangunan tersebut,” kata manajer senior BIS Shrapnel Angie Zigomanis.

“Namun yang kita lihat sekarang adalah pertumbuhan penduduk secara mulai melambat. Dengan mayoritas migrasi luar negeri yang masuk, dapat dimasukkan dalam kategori ‘pengunjung luar negeri dalam jangka panjang’ yang artinya mereka bukan permanen tapi sementara, pengurangan itu akan berpengaruh besar pada sektor penyewaan,” tambah Zigomanis.

Loading...