Terimbas Pemulihan Harga Minyak, Harga Emas Dunia Naik lagi di tengah Melempemnya Dolar AS

New York berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange meningkat pada akhir perdagangan hari Kamis waktu setempat (Jumat pagi, 25/12). Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari 0, 71% (setara USD 7,6) menjadi USD 1.075,90 per ounce.

Emas mendapat angin segar dari efek pelemahan AS yang diketahui merosot 0,46% menjadi 97,94. Selain itu, pemulihan harga hadir sebagai sentimen penguat Emas. Seperti diketahui, harga emas biasanya berbanding terbalik dengan pergerakan kurs Dollar, namun berkorelasi positif terhadap yang dianggap sebagai pelindung terhadap .

Hanya saja, penguatan harga emas terbatasi oleh laporan Departemen AS yang mengklaim bahwa jumlah di AS telah menyusut menjadi 267.000. Analis menyebutkan, tren jangka panjang untuk Emas masih berpotensi untuk bearish (turun).

“Kenaikan menjadi penentu, ada banyak sentimen negatif. Tapi sekarang hal itu seimbang, di mana harga (emas) mendukung dalam jangka pendek,” ungkap Julius Baer, analis Warren Kreyszig.

Tindakan untuk meningkatkan suku bunga beberapa waktu lalu membuat lebih memilih aset-aset dengan imbal hasil ketimbang emas, dikarenakan logam mulia tidak memiliki suku bunga.

Serupa dengan emas, harga perak juga naik sebesar 0,2% menjadi US$ 14,32 per ounce. Sedangkan palladium dan platinum masing-masing naik sebesar 1,2% dan 0,4%.

Loading...