Terima Siswa Usia 2 Tahun, Berapa Biaya Sekolah Global Indo-Asia di Batam?

Biaya, sekolah, pendidikan, internasional, siswa, Batam, globalisasi, medis, keterangan, lingkungan, belajar, Matematika, lokasi, registrasiSuasana kelas di sekolah internasional

BATAM – Seiring dengan era globalisasi yang makin berkembang pesat, tidak aneh rasanya jika banyak orang tua yang memilih memasukkan mereka ke bertaraf internasional. Di sendiri, sudah banyak lembaga pendidikan dengan kategori demikian, salah satunya Global Indo-Asia (SGIA) yang berlokasi di Batam. Mematok biaya sebesar Rp300 ribu, ini menerima baru mulai umur 2 tahun hingga Grade 12.

“SGIA menerima dari beragam latar belakang sekolah dengan berbagai kemampuan ,” tulis institusi ini di dalam situs resminya. “Namun, pihak sekolah berhak menolak masuk siswa yang kebutuhan pendidikan atau fisiknya tidak dapat dilayani dengan baik oleh sekolah atau kepada mereka yang memiliki referensi yang menunjukkan bahwa registrasi mereka dapat merugikan sekolah.”

Untuk bisa mengenyam pendidikan di sekolah ini, calon siswa terlebih dulu membayar biaya pendaftaran sebesar Rp300.000. Selain itu, juga diwajibkan menyertakan beberapa dokumen penunjang seperti fotokopi Akte Kelahiran, fotokopi paspor calon siswa dan orang tua, transkrip rapor, fotokopi KTP orang tua, fotokopi KITAS atau Kartu Keluarga (jika ada), pasfoto siswa 4 x 6, pasfoto orang tua 3 x 4, serta surat keterangan medis bebas dari TB dan polio.

“Sekolah ini bisa dikatakan sebagai lingkungan yang penuh perhatian dan aman untuk siswa dalam mengembangkan keterampilan, kepercayaan diri, dan kreativitas yang akan membantu mereka sukses secara akademis,” ujar Rudy Valentino, seorang alumni SGIA. “Siswa dapat belajar Matematika, Ilmu Sosial, dan Sains dalam bahasa Inggris, dengan bahasa Mandarin ditawarkan sebagai bahasa tambahan.”

Selain di bidang akademis, SGIA juga kerap mengajak siswa dan siswi mereka untuk terjun langsung ke masyarakat guna mematri jiwa sosial dan memupuk daya saing. Pada tahun 2017 lalu misalnya, mereka membuat agenda ‘Habitat Build’, yaitu membantu membedah rumah sederhana bagi keluarga yang kurang mampu di lingkungan sekitar lokasi sekolah.

Loading...