Terima Kuota 700 Santri Baru, Biaya Masuk Pesantren Daarul Mughni Al Maaliki Rp 3,95 Juta

Pesantren Daarul Mughni Al Maaliki - id.near-place.comPesantren Daarul Mughni Al Maaliki - id.near-place.com

Daarul Mughni Al Maaliki membuka pendaftaran santri baru putra dan putri untuk tahun pelajaran 2018/2019 tingkat MTS/SMP-I mulai tanggal 11 Februari 2018 hingga 3 Juni 2018. Tahun ini kuota santri baru yang diterima mencapai 700 santri. Apabila kuota sudah terpenuhi, maka pendaftaran akan ditutup walaupun waktu pendaftaran masih tersisa. Lalu berapa yang ditarik untuk masuk Ponpes Daarul Mugni Al Maaliki?

Pada tahun ini total biaya santri baru mencapai Rp 3.950.000 yang meliputi uang formulir pendaftaran sebesar Rp 350.000, uang pangkal Rp 1.750.000, iuran bulanan Rp 600.000, kasur Rp 160.000, lemari Rp 450.000, uang kaos olahraga Rp 90.000, serta buku paket kelas 1 (kecuali LKS dan buku pelajaran umum) seharga Rp 550.000.

Syarat yang dibutuhkan untuk mendaftar ke Ponpes Daarul Mughni Al Maaliki antara lain mengisi formulir, menyerahkan fotokopi akta lahir sebanyak 2 lembar, menyerahkan fotokopi kartu keluarga (KK) 2 lembar, fotokopi KTP orang tua 2 lembar, fotokopi kartu NISN (dari sekolah) 2 lembar, fotokopi sertifikat NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional) dari sekolah 2 lembar, pasfoto terbaru berwarna 2×3 dan 3×4 masing-masing 4 lembar. Sedangkan untuk lain seperti fotokopi ijazah, SKHUN, dan rapor bisa menyusul saat kedatangan santri ke pesantren.

Pesantren yang berlokasi di Jalan Klapanunggal, Desa Cikahuripan, Kp. Cibeber II, Klapanunggal (Cileungsi), Bogor, Jawa Barat ini diketahui telah berdiri sejak tahun 1999 silam. Ponpes Daarul Mugni Al Maaliki memadukan sistem pembelajaran antaran ponpes modern dengan ponpes salafiah (tradisional) dengan jenjang pendidikan terpadu selama 6 tahun, tingkatan MTs/SMPI dan Aliyah/SMAI dengan ujian negara (terakreditasi).

Ponpes Daarul Mugni Al Maaliki juga diketahui kerap melaksanakan tanggungjawab sosial (Corporate Social Responsibility/CSR) dengan memberikan beasiswa pada masyarakat sekitar dan luar daerah. “Kami juga melakukan pengiriman mubaligh dari ponpes ke berbagai pelosok dan perkampungan di wilayah Kabupaten Bogor bagian timur dan beberapa kawasan lainnya,” ujar Pengasuh Ponpes Darul Mughni al-Maliki KH Mustofa Mughni beberapa tahun lalu, seperti dilansir Republika.

Menurutnya, bagi komunitas ponpes kepedulian sosial atau CSR merupakan ‘ruh’ dan nilai itu pula yang melandasi lahirnya pesantren dan membuat pesantren bisa mengakar kuat di tengah masyarakat. “Keberadaan pesantren hingga kini tetap eksis karena itulah modal sosial terpenting pesantren, meski terus mengalami proses perubahan zaman,” ucap Mustofa Mughni.

Loading...