Terdorong Sentimen Fed dan Korut, Rupiah Bertahan di Zona Hijau

Sentimen dan ketegangan yang masih berlanjut di Semenanjung Korea mampu dimanfaatkan untuk mempertahankan posisinya di zona hijau. Menurut Index pukul 15.44 WIB, mata uang NKRI memungkasi Rabu (6/9) ini dengan penguatan sebesar 5 poin atau 0,04% ke level Rp13.333 per AS.

Pada Selasa (5/9) kemarin, rupiah ditutup di posisi Rp13.338 per dolar AS. Kemudian, pagi tadi, mata uang Garuda mengawali transaksi dengan menguat 3 poin atau 0,02% ke level Rp13.335 per dolar AS. Sepanjang hari ini, spot bergerak di kisaran Rp13.328 per dolar AS hingga Rp13.343 per dolar AS.

Dari , pergerakan indeks dolar AS terus dibayangi sentimen The Fed dan juga kondisi ketegangan geopolitik di Semenanjung Korea. Pada pukul 10.40 WIB, mata uang Paman Sam hanya mampu naik tipis 0,05 poin atau 0,05% ke level 92,302. Sebelumnya, dolar AS ditutup melemah 0,383 poin atau 0,41% ke posisi 92,252.

Kemarin malam, salah satu pejabat , Lael Brainard, memberikan pernyataan bahwa inflasi AS yang melambat akan membuat bank sentral lebih berhati-hati dalam menaikkan suku bunga acuan. Brainard menilai bahwa The Fed harus menunda kenaikan suku bunga sampai yakin bahwa inflasi yang sekarang akan rebound.

Di sisi lain, terdeteksinya Korea Utara yang sedang memindahkan misil antar-benua ke area bibir pantai yang berbatasan dengan Korea Selatan, makin meningkatkan ketegangan di wilayah Asia bagian timur. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar memburu instrumen lindung nilai (aset safe haven), seperti yen Jepang, sekaligus membuat laju dolar AS cenderung tertekan.

“Korea Utara tampaknya menjadi reaksi terbesar, setidaknya selama satu atau dua bulan terakhir,” papar wakil presiden untuk penelitian ekuitas global di Bel Air Investment Advisors di Los Angeles, Aaron Jett. “Ini pada dasarnya hanya hari yang berisiko. Tidak ada data, tidak ada penghasilan, dan tidak ada yang benar-benar fundamental untuk memindahkan fokus pasar.”

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.337 per dolar AS, terdepresiasi tipis 1 poin atau 0,01% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.336 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia bergerak mixed versus greenback, dengan pelemahan terdalam dialami won Korea Selatan sebesar 0,40% dan penguatan tertajam menghampiri ringgit Malaysia sebesar 0,34%.

Loading...