Terdorong Harga Komoditas, Rupiah Bergerak Menguat di Awal Dagang

Jakarta – Pasca libur usai, rupiah dibuka menguat tipis 0,10 persen atau 13 poin ke posisi Rp 13.433 per pada perdagangan pagi hari ini, Rabu (28/12). Kemarin, rupiah berakhir melemah 11 poin atau 0,08 persen ke Rp 13.446 per AS.

Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan jika hari ini mata uang Garuda berpotensi untuk melanjutkan penguatannya di tengah melemahnya dolar , kenaikan komoditas, dan aksi wait and see para terkait berbagai data ekonomi .

Menurut Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, harga minyak mentah saat ini masih tinggi, terutama didukung oleh pernyataan Venezuela yang mengungkapkan bahwa pihaknya akan turut memangkas produksi mulai tahun 2017 mendatang.

Sedangkan imbal hasil US Treasury dan indeks dolar mulai meskipun hanya tipis, karena merespons consumer confidence index AS yang dilaporkan secara signifikan. Namun pada periode kuartal I/2017, probabilitas kenaikan FFR target lanjutan saat ini masih di bawah 50 persen.

Dalam jangka pendek ini, para pelaku pasar masih terfokus pada realisasi APBNP 2016 dan data inflasi Desember 2016 yang akan dilaporkan pada 3 Januari 2017 depan dan diprediksi turun. “ masih terus mendorong realisasi pendapatan walaupun realisasi belanja yang lebih rendah tidak terhindarkan di kuartal IV/2016 ini. Rupiah berpeluang tetap kuat hingga akhir minggu ini,” ujar Rangga.

Sementara itu, Ekonom Bank BCA David Sumual mengungkapkan jika hingga pekan depan rupiah masih minim dorongan dari faktor domestik. Pergerakan rupiah menurutnya akan banyak dipengaruhi oleh sentimen global. Akan tetapi, karena minat pada dolar AS masih dominan, maka tekanan rupiah pun semakin besar. “Namun dari sisi teknikal, ada peluang rupiah bergerak rebound terbatas,” ungkapnya.

Dari faktor eksternal, berita mengenai bangkrutnya Monte dei Paschi di Siena yang merupakan bank terbesar ketiga di Italia ternyata masih belum memberi dampak negatif untuk pasar global. Hal ini terbukti dari imbal hasil obligasi Italia yang masih tetap menurun.

Loading...