Terdiri Dari Tiga Edisi, Harga Gmail Bisnis Mulai $3 Per Bulan

harga, gmail, bisnis, vendor, aplikasi, android, keuntungan, akses, manual, email, g, suite, edisi, basic, business, pengguna, bulan, smartphone, biaya, sistem, operasi, chrome, pabrikan, ponselIlustrasi: email bisnis untuk perusahaan

Anda bisa mengubah alamat email resmi dengan nama , misalnya @(nama Anda). Salah satu caranya dengan memanfaatkan Gmail atau G Suite. Itu merupakan email yang aman, pribadi, dan bebas iklan untuk Anda.

Dengan begitu, Gmail membuat Anda tetap update dengan pemberitahuan pesan secara real time, serta menyimpan email dan data penting Anda dengan aman. Admin IT dapat mengelola secara terpusat di seluruh dan perangkat Anda.

Jika Anda memiliki Gmail bisnis agar bisa membangun kepercayaan pelanggan dengan memberikan alamat email pada domain Anda kepada seluruh karyawan, seperti susanti@perusahaananda. Anda juga bisa membuat juga milis grup, seperti sales@perusahaananda.

G Suite bisa dinikmati secara gratis selama 14 hari. Jika sudah melewati waktu selama 2 minggu, Anda bisa memilih edisi Suite yang terdiri dari Basic, Business, dan Enterprise. masing-masing yaitu $3/pengguna/bulan, $10/pengguna/bulan, dan $25/pengguna/bulan. Anda bisa mengunjungi di situs gsuite.google.co.id.

Kini, Google mengubah mengubah konsep bisnisnya setelah mendapat tekanan dari Komisi Eropa terkait tuduhan pelanggaran undang-undang anti-pakat. Selama ini Google tidak pernah memungut biaya ke pabrikan Android yang memasang Google.

Namun mulai 29 Oktober 2018, setiap vendor akan dikenakan biaya lisensi untuk memasang Gmail, Google Play Store, Google Maps, dan aplikasi populer Google lain di smartphone yang diluncurkan di Eropa.

“Karena pra-instalasi Google Search dan Chrome bersamaan dengan aplikasi lain membantu kami mengembangkan dan mendistribusikan Android secara gratis. Kami akan memperkenalkan perjanjian lisensi baru untuk pengapalan smartphone dan tablet di Wilayah Ekonomi Eropa,” tulis Kepala Android, Hiroshi Lockheimer.

Keputusan ini akan berlaku bagi semua smartphone dan tablet yang dirilis di Eropa. Perubahan ini dibuat menyusul keputusan Komisi Eropa yang meminta Google untuk menghentikan bundling aplikasi besutan Google di perangkat Android, seperti Google Chrome dan Google Search yang dianggap melakukan monopoli.

Setelah perubahan ini berlaku, pabrikan ponsel Android bisa memilih tiga opsi. Pertama, menjual ponsel tanpa Google Play Store atau aplikasi Google apapun. Kedua, membuat ponsel dengan Google Play Store terpasang dan aplikasi Google lain, kecuali Chrome dan Search. Terakhir, bisa menginstal semua aplikasi Google, seperti yang dipasarkan saat ini namun dengan membayar lebih mahal.

Para vendor juga diberi keleluasaan untuk melisensikan aplikasi Google yang bekerja di sistem operasi forking secara terpisah. Aplikasi Android yang tadi kemungkinan harus diunduh secara manual.

Sebelumnya, Google mendulang keuntungan dari akses Google Search dan Google Chrome yang terpasang secara pra-instal di semua smartphone Android. Dengan menarik biaya ke vendor, otomatis akan memengaruhi keuntungan Google ke depannya.

Loading...