Terdiri dari Berbagai Ukuran, Harga Kardus Nasi Kotak Dipatok Mulai Rp 25 Ribuan

Kardus Nasi Kotak - www.bukalapak.comKardus Nasi Kotak - www.bukalapak.com

Nasi kotak menjadi salah satu sajian yang kerap dihadirkan dalam berbagai acara, mulai dari hajatan, syukuran, seminar, hingga berbagai acara besar lainnya. Dari yang sebelumnya hanya berwujud kardus kertas polos, kini kemasan nasi kotak pun sudah semakin variatif. Bahkan banyak restoran besar hingga gerai fast food yang juga memiliki kardus dengan dengan logo yang sesuai dengan ciri khas brand-nya agar semakin diingat oleh .

Harga kotak nasi kardus sendiri bervariasi, tergantung dan bahannya. Harga dus nasi kotak 15 x 15 cm dibanderol Rp 25 ribuan isi 50 pcs, sedangkan 22 x 22 cm harganya Rp 43 ribu, 18 x 18 cm Rp 37 ribu, dan masih banyak lagi. Ada pula yang menjual sekaligus dengan mika sekat-nya. Sebagai contoh, harga dus kotak 20 x 20 cm + mika sekat dibanderol Rp 1.700 per lembar.

Meskipun terlihat sepele dan harganya sangat murah, nyatanya berbisnis kemasan kardus untuk nasi kotak ini bisa membawa keuntungan yang cukup besar. Apalagi bila mampu menembus internasional. Hal ini dialami langsung oleh Catur Jatiwaluyo lewat bisnis kemasan bernama PT Paperocks Indonesia.

Pria yang memiliki jabatan sebagai direktur ini telah berhasil memasok berbagai kemasan plastik dan kertas ke sekitar 100 perusahaan yang tersebar di Indonesia. Ada banyak produk kemasan yang telah ia produksi, mulai dari gelas kertas, kertas pembungkus nasi, kotak kertas, mangkuk sup, gelas es krim, tatakan, hingga alas makanan.

Sejumlah perusahaan besar tercatat menjadi pelanggan tetap Paperocks, misalnya saja KFC, Nestle, dan Burger King. Bahkan perusahaan waralaba makanan dan minuman juga turut memakai kemasan produksi Paperocks, salah satunya seperti Kopi Brontoseno asal Kediri. “Di Indonesia hanya perusahaan besar seperti Mc Donald’s, Pizza Hut, dan California Fried Chicken (CFC) yang belum menjadi pelanggan kami,” ungkapnya seperti dilansir Kompas.

Paperocks memiliki persentase penjualan ekspor dan domestik yang relatif sama. Di pasar domestik, perusahaan satu ini sanggup meraih penjualan hingga Rp 18 miliar per tahun. “Jika ditambah ekspor, omzet bisa mencapai Rp 40 miliar per tahun,” tandasnya.

Loading...