Terdiri Dari 7 Digit, Branch Clearing Code Bca Digunakan Dalam Transaksi Antar Bank

Branch Clearing Code BcaBranch Clearing Code Bca

Dalam melakukan keuangan yang melibatkan antar bank, Anda biasanya diminta untuk mengisi clearing code bank yang ada di Indonesia. Clearing code merupakan sederet kode yang terdiri dari 7 digit angka. 3 digit angka merupakan kode bank bersangkutan, sedangkan 4 digit angka sisanya merupakan clearing code dari branch utama suatu bank.

Misalnya untuk BCA (), ada beberapa clearing code yang dimiliki, yaitu 0140012 yang merupakan kode dari Bank BCA Kantor Cabang Utama (KCU) Asemka, Jakarta. Ketika Anda melakukan transaksi kliring antar bank, baik melalui , , ataupun teller, ketika diminta mengisi kode kliring, maka Anda memasukkan nomor tersebut. Bahkan, kini untuk Payoneer, sejak awal, pendaftar sudah diminta untuk mengisi clearing code untuk menghubungkan Payoneer dengan rekening bank lokal yang Anda miliki.

Kliring atau Lalu Lintas Giro (LLG) merupakan suatu mekanisme dalam yang mewajibkan sebuah bank melakukan proses kliring (clearing) terlebih dahulu. Lebih tepatnya, bank melakukan suatu tindakan pemeriksaan apakah saldo rekening Anda yang akan ditransfer benar-benar cukup atau tidak.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk periode 2017-2022 menghendaki adanya suatu pengaturan yang dapat menyatukan berbagai jenis kliring yang ada di Indonesia melalui Central Clearing Counterparty (CCP).

Ketua Dewan Komisioner (DK) OJK, Wimboh Santoso mengatakan bahwa salah satu hal penting untuk dilakukan terkait modal adalah menyatukan kliring, sehingga tidak lagi ada berbagai macam kliring. “Sekarang kliring ini ada berbagai macam,” katanya.

Namun, kliring untuk pasar uang masih perlu berdiri sendiri, sebab sejauh ini produk investasi yang sensitif terhadap dan tingkat suku bunga masih minim. Manfaat dari pemusatan kliring ini pun diketahui bisa menciptakan transparansi terkait siapa, kewajiban dengan siapa saja dan aset apa saja yang melakukan transaksi antar kliring.

“Mudah-mudahan ini CCP itu akan menjadi dasar praktik bahkan kalau nanti settlement (penyelesaian transaksi) tidak lakukan itu akan dikenakan margin cost, ini juga akan kita hindari. dengan demikian, harapan kita tujuannya satu, investasi akan lebih banyak, investor akan lebih yakin,” jelas Wimboh.

Namun, Wimboh menyatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum mengetahui pasti apakah bakal membentuk lembaga baru atau digabungkan dengan lembaga kliring yang telah ada. Dengan demikian, diharapkan hal tersebut dapat memberikan angin segar bagi investor, sehingga investor bakal semakin rajin menanamkan investasi di Indonesia.

“Sehingga nanti Pak Tito (Direktur Utama BEI) akan lebih sibuk, instrumen lebih banyak, transaksi kita yakin lebih banyak, investor akan lebih yakin dengan pasar Indonesia,” lanjutnya.

Menurutnya, dengan adanya satu kliring maka dapat mengangkat prestasi dari pasar modal Indonesia terhadap perbankan. Namun untuk menjadikan sukses suatu program, Wimboh menyadari perlu ada kajian lebih lanjut.

“Kita di OJK akan bentuk berbagai working grup mengenai proses finansial instrumen, pengembangan marketnya, bagaimana kita ada komunikasi dengan seluruh elemen baik pasar, pemerintah, pengusaha dan sebagainya,” tandas Wimboh.

Loading...