Terbuat Dari Campuran Bahan Lain, Aluminium Alloy Dijual Harga Rp 30 Ribuan Per Kg

harga, aluminium, alloy, per, kg, logam, mulia, paduan, campuran, bahan, lembar, alibaba.com, inalum, di, indonesia, pabrik, tujuan, industri, sifat, kuat, perusahaan, bumn, batangan, mudah, nikel, titaniumBatang aluminium alloy meleleh pada suhu tertentu (sumber: artsy.net)

merupakan salah satu yang jumlahnya termasuk berlimpah. Anda dapat menemukannya dalam bentuk -produk rumah tangga. itu bisa juga dijual dalam bentuk atau lembaran yang dijual per kg.

Salah satu keunggulan yang dimiliki oleh aluminium yaitu mudah untuk dicampurkan dengan bahan lain. Biasanya, aluminium yang sudah dicampur disebut dengan aluminium paduan atau aluminium alloy. Pencampuran itu dimaksudkan demi meningkatkan sifat logam mulia itu supaya lebih kuat ketika digunakan untuk tujuan industri tertentu.

Beberapa bahan yang dicampurkan dalam menciptakan aluminium alloy antara lain titanium, nikel, boron, timbal, bismuth, seng, dan lainnya. aluminium alloy per kg-nya sekitar Rp 32 ribu hingga Rp 38 ribu. itu berlaku untuk aluminium alloy yang dijual per lembar per kg. itu mungkin saja bisa berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya. Mengenai informasi , Anda bisa mendapatkannya di situs jual online seperti Alibaba.com.

Di Indonesia sendiri, terdapat pabrik pembuat aluminium yaitu PT Indonesia Asahan Aluminium (). Pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 200 hektare (ha) itu berlokasi di Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, Batu Bara, Sumatera Utara.

Setelah ditetapkan sebagai induk usaha atau holding BUMN tambang, pabrik ini bakal difokuskan untuk mampu menjadi pabrik berkelas dunia. Pabrik ini diharapkan bisa memproduksi hingga ke produk-produk hilir, seperti velg mobil, pembuatan transmisi listrik tegangan tinggi untuk proyek 35 ribu MW, hingga untuk komponen roket yang diproduksi oleh BUMN strategis, PT Dahana.

Dalam menghasilkan aluminium, ada beberapa tahap yang harus dilalui. Pertama adalah mencampurkan sejumlah yang kemudian dibentuk menjadi blok anoda dan dipanggang di temperatur tertentu.

Kemudian, dilanjutkan dengan proses penuangan yang nantinya aluminium akan dicetak dalam bentuk batangan seberat 22,7 kilogram ingot (batangan). “Ingot 1 22,7 kg, setelah didinginkan selama sehari, baru besok bisa dipegang. Jadi yang kami jual adalah ini, bahan bakunya ke Medan, Surabaya, dan lain-lain. Juga ini dicetak billet alloy, slam. Kalau billet itu untuk seperti jemuran. Kalau ingot bisa jadi velg juga nanti,” ujar salah seorang pegawai Inalum.

Inalum saat ini merupakan pemegang posisi tunggal sebagai produsen aluminium primer di Indonesia. Sebelum diberi nama Inalum dan diakuisisi sebagai BUMN, Inalum merupakan perusahaan penanaman modal asing (PMA) Jepang yang berbentuk sebuah konsorsium bernama Nippon Asahan Aluminium Co.,Ltd (NAA).

Pada tahun 2013, Inalum memasuki era baru perusahaan sebagai salah satu BUMN melalui pengambilan seluruh porsi saham NAA oleh RI. Dan, pada tahun 2017, Inalum resmi menjadi induk perusahaan atau holding BUMN industri pertambangan.

Loading...