Terbuat Dari Aspal Dan Serat, Harga Atap Bitumen Selulosa Dibanderol Rp 145 Ribu Per Lembar

harga, atap, bitumen, selulosa, genteng, onduvilla, onduline, spesifikasi, bahan, lembar, kuat, tidak, mudah, pecah, di, Indonesia, warna, merah bata, hijau, coklat, hitam, dan, jenis, tekstur, dasar, serat, aspalIlustrasi: desain aplikasi bentuk atap

Salah satu atap yang bisa dijadikan sebagai penutup rumah adalah atap bitumen. Bitumen merupakan atap dengan banyak warna seperti merah bata, hijau lumut, coklat, dan hitam. Selain beratnya ringan, atap bitumen tidak mudah pecah karena mengandung bahan aspal dan serat selulosa (kayu/pulp).

Struktur atap biasanya terbuat dari kayu, beton, atau baja ringan. Atap jenis bitumen bentuknya bergelombang berupa lembaran. Struktur bahan dasar bitumen diklaim dibuat dengan teknik penekanan dan pemanasan tinggi yang menjadikannya kuat dan tidak mudah patah. Supaya tidak licin, permukaan atap diberi lapisan resin dan bertekstur sebagai pencegah bocor serta rembesan yang muncul dari badan atap.

Di pasaran, atap bitumen selulosa dengan harga Rp 145.000 per lembar. Spesifikasi produk atap yaitu memiliki panjang sekitar 200 cm, lebar 95 cm, ketebalan 0,3 cm, dan tinggi gelombang 3,8 cm.

Sebagai bagian dari rumah, atap memainkan peran penting. Jika dalam pemilihan dan pemasangan genteng salah, maka bisa berdampak ke seluruh sektor , seperti kebocoran ketika hujan, udara di dalam rumah terasa panas, hingga sirkulasi udara menjadi tidak lancar.

Selain aspal bitumen selulosa, terdapat pula atap onduline dan onduvilla. Atap-atap tersebut diproduksi oleh perusahaan yang ada di , seperti PT Onduline (OI). Perusahaan itu telah memiliki sertifikat resmi Standar Nasional (SNI) untuk jenis produk onduline. Dengan adanya sertifikat, maka kualitas genting onduline tidak perlu diragukan lagi karena telah dilakukan uji terhadap kelaikan produk.

“PT Onduline Indonesia memelopori adanya label SNI untuk produk genteng jenis bitumen bergelombang di Indonesia. Sehingga, standarisasi pemasangan atap bitumen bergelombang mengacu kepada produk Onduline sesuai dengan tata cara pemasangan yang telah ditetapkan pada SNI 7711.2: 2012,” ujar Reissa Siregar, Marketing and Communications Manager PT Onduline Indonesia.

Atap onduline sendiri bukan merupakan pemain baru di dunia industri atap rumah. Sementara itu, PT OI yang resmi berdiri tahun 2006 lebih berfokus kepada sejumlah proyek pemerintah.

“Peristiwa Tsunami di Aceh tahun 2004 adalah salah satu pendorong produk kami untuk masuk ke segmen pasar yang sangat spesifik. Kami menang proyek untuk tender rumah tahan gempa yang dicanangkan pemerintah. Terbukti produk kami ringan, ramah lingkungan dan tidak berisik,” sambung Tatok Prijobodo, Country Director PT Onduline Indonesia.

Dikarenakan porsi segmen pemerintah lebih besar dibanding retail, label SNI berpengaruh terhadap pemasaran dan pengakuan dari . “Sebenarnya tanpa label SNI produk kami sudah mendapatkan sertifikat kelaikan standar Eropa dan sertifikat ISO. Namun, karena kami masuk segmen pasar yang spesifik, maka melalui label SNI produk kami semakin diakui kualitas dan performanya oleh pemerintah Indonesia. Harga tidak terlalu berpengaruh, yang lebih penting produk kami dapat diterima oleh masyarakat luas, terutama proyek-proyek pemerintah,” terang Tatok Prijobodo.

Loading...