Terbilang Variatif, Biaya Produksi Risoles Bisa Mulai Dari Rp 60 Ribu Hingga Jutaan Rupiah

biaya, produksi, risoles, berbeda, tiap, orang, tempat, usaha, bisnis, komponen, perhitungan, pembelian, bahan, tepung, terigu, mentega, susu, cair, bubuk, nominal, mulai, Rp 60 ribu, hingga, jutaan, rupiah, bidang, makanan, mayones, mayo, premium, daging, beefRisoles (grid.id)

Biaya produksi meliputi semua pengeluaran yang dilakukan oleh suatu perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi dan -bahan mentah yang akan digunakan untuk menciptakan -barang yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut.

Perhitungan biaya produksi tidak hanya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar saja, tetapi juga bagi industri kecil menengah. Misalnya saja untuk risoles. Risoles dapat termasuk sebagai basah, karena di dalam balutan tepung ada isian yang beraneka ragam, bisa , mayones, dan lainnya.

Biaya produksi risoles bisa saja berbeda tiap orang/tempat usaha. Komponen yang bisa saja masuk dalam perhitungan biaya risoles antara lain pembelian bahan seperti tepung terigu, telur, mentega, susu cair, susu bubuk, garam, tepung panir, daging ayam cincang, dan lainnya. Nominal biaya produksi terbilang bervariasi, bisa mulai dari Rp 60 ribu hingga jutaan , tergantung bahan apa saja yang digunakan, harga bahan, dan berapa banyak risoles yang dihasilkan.

Dengan cita rasanya yang khas, tidak heran apabila risoles banyak disukai oleh masyarakat. Alasan itu pula yang mungkin menjadikan beberapa pebisnis makanan mulai mencoba berjualan risoles.

Seperti yang dilakukan Rianda, yang memiliki gerai Risol Ajaib. Ia mengaku memperkembangkan kemitraan Risol Ajaib yang berlokasi di Jakarta Selatan karena minat masyarakat yang tinggi.  “Daya beli penduduk di daerah ini cukup tinggi,” tuturnya.

Rianda mengatakan bahwa yang dijualnya memiliki kelebihan dibanding risoles lain. Kelebihan itu menurutnya terletak pada varian rasa yang ditawarkan, yaitu daging asap, chicken teriyaki, udang mayo, lasagna, chili dog, cheese burger, dan apple pie.

Untuk ketujuh rasa itu, ia mematok harga Rp 5.000 hingga Rp 6.000 per porsi.  “Harga di setiap gerai sama, pokoknya kami menyesuaikan harga dengan mutu rasa, ” ungkapnya.

Harga yang dibanderol untuk risolesnya memang terbilang cukup tinggi. Tetapi, hal itu dikarenakan Rianda memiliki target kelas menengah ke atas serta korporat. “Tetapi tidak menutup kemungkinan Risol Ajaib juga di nikmati oleh kelompok menengah ke bawah,” tuturnya kembali.

Lain Rianda, lain pula yang dilakukan oleh Indah Novera, pemilik bisnis Dapur Risoles Jogja. Kini, ia mengaku lebih menikmati berjualan risoles secara online. Selain lebih efisien, berjualan online membuatnya dekat dengan pembeli.

Sebelumnya, pada awal bisnisnya, ia menjual risolesnya di Foodcourt Swalayan Progo. Selama kurang lebih lima tahun berjualan offline, akhirnya ia memberanikan diri untuk berjualan secara online. ”Online ini sangat efektif, karena tak perlu lagi sewa booth maupun mempekerjakan karyawan untuk standby di booth,” ujar Indah Novera.

Alasan lain yang membuatnya berjualan online adalah karena naiknya harga sewa booth ditambah dengan gaji karyawan, ditambah lagi harga yang semakin mahal. Hal tersebut seakan memaksanya memangkas biaya produksi dengan berjualan online.

Tetapi, walaupun begitu, Vera tidak mau menurunkan kualitas produknya. Ia memilih konsisten dengan produk risoles mayo premium lengkap dengan smoke beef dan keju di dalamnya.

Loading...