Terbilang Mudah, Inilah Cara Melihat Saldo Di ATM Mandiri

cara, melihat, saldo, di, ATM, Mandiri, bank, pemerintah, Automatic, Teller, Machine, nasabah, gratis, biaya, selain, Rp 3.000, Rp 4.000, sekali, transaksi, mulai, turun, mobile, layananPenggunaan ATM (wisegeek.com)

Sebagai salah satu pemerintah, memberikan kepada nasabahnya berupa adanya mesin Automatic Teller Machine atau ATM. Di mesin tersebut, nasabah bisa melakukan berbagai tanpa harus datang ke kantor. Salah satunya adalah tabungan.

Cara cek melihat saldo rekening di ATM Mandiri terbilang cukup mudah. Anda tinggal mendatangi mesin ATM Mandiri terdekat, kemudian masukkan kartu ATM, dan ikuti petunjuk-petunjuk yang tertera pada layar.

Setelah Anda memasukkan nomor PIN dan memilih ‘Enter’ atau lanjutkan, pilih ‘Transaksi Lainnya’. Di layar akan tampak berbagai pilihan transaksi, pilih ‘Informasi Saldo’. Tunggu beberapa saat, maka Anda akan bisa melihat saldo rekening tabungan. Selesai mengecek saldo, jangan lupa untuk menyimpan kartu ATM Anda kembali.

Cek saldo di ATM Mandiri seperti itu tidak dikenakan biaya alias gratis. Tetapi, apabila Anda melakukan pengecekan saldo rekening Mandiri Anda selain di ATM Mandiri, akan dikenai biaya. Besarnya sekitar Rp 3.000-Rp 4.000 sekali transaksi.

Transaksi menggunakan ATM dinilai sudah mulai menurun. Hal itu diungkapkan oleh Eddi Danusaptro, CEO PT Mandiri Capital Indonesia yang merupakan anak perusahaan dari PT Bank Mandiri Tbk. Perusahaan tersebut bergerak di bidang keuangan berbasis teknologi (fintech) yang jasanya banyak digunakan oleh masyarakat.

Menurut Eddi, saat ini transaksi nasabah yang dilakukan melalui mesin ATM mulai mengalami penurunan. Padahal, beberapa waktu lalu, perbankan berbondong-bondong menginvestasikan untuk membuat mesin Automatic Teller Machine (ATM) yang kemudian tersebar di Tanah Air.

Meskipun membuat mesin ATM membutuhkan dana yang tidak sedikit, tetapi perbankan tetap melakukannya agar nasabah tidak lari. Alasannya, saat itu nasabah malas pergi ke bank untuk melakukan transaksi.

“Orang sudah malas ke branch, di Jakarta apalagi. Saya saja malas, padahal karyawan bank. Dari rumah macet ke branch, antri ke teller. Siapa sih yang mau ke sana untuk transaksi dan pulang lagi. Oleh sebab itu, belasan tahun lalu bank bikin ATM. Karena orang sudah malas ke bank,” kata Eddi Danusaputro.

Ia menyebutkan bahwa biaya yang dibutuhkan perbankan untuk membuat satu mesin ATM mencapai kurang lebih Rp19 juta. Biaya tersebut mencakup pembelian mesin, biaya perawatan (maintenance), sewa tempat, hingga tenaga keamanan (satpam). Namun, pendapatan yang diperoleh perbankan dari setiap satu mesin ATM hanya sekitar Rp10 juta.

Fee base income yang didapat dari 1 ATM itu kurang dari Rp10 juta. Jadi setiap ATM itu rugi. Tapi nggak punya pilihan, bank harus punya ATM, jika tidak, nasabah akan lari. Serba salah juga,” imbuhnya.

Saat ini, tren penggunaan mesin ATM mulai mengalami penurunan. Era digital membuat masyarakat kini mulai beralih menggunakan sistem banking untuk setiap transaksi perbankannya.

“ATM tapi trennya makin lama makin turun, yang naik malah grafiknya. Jadi, kami sudah harus mulai berinvestasi di layanan mobile juga. Kami harus mulai investasi di bidang startup. Di kantor cabang, transaksi menggunakan ATM terbilang turun, sehingga kami akan mulai melirik layanan mobile.” tandasnya.

Loading...