Terbantu Hasil Lelang SUN, Rupiah Dibuka Menguat Rp 12.997

Jakarta – Rupiah mengawali perdagangan pagi , Rabu (26/10) dengan penguatan sebesar 0,06 persen atau 8 poin ke posisi Rp 12.997 per AS. Kemarin rupiah berakhir 7 poin atau 0,05 persen ke Rp 13.005 per dolar AS usai diperdagangkan di rentang Rp 13.001 hingga Rp 13.034 per dolar AS.

Sejak kemarin pergerakan rupiah terbantu oleh hasil lelang surat utang (SUN). Padahal dari faktor global, kebijakan European Central Bank () hingga isu kenaikan Fed Rate masih mendukung penguatan dolar AS.

Research & Analyst Monex Investindo Futures, Faisyal menuturkan jika penguatan rupiah berasal dari sentimen dalam negeri. Kemarin pemerintah telah melelang SUN sebanyak Rp 11,62 triliun, atau melebihi target Rp 10 triliun. “Ini membawa dampak ke rupiah. Investor masih yakin dengan Indonesia,” kata Faisyal.

Sementara itu, ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta berpendapat bahwa selain faktor eksternal, fokus kini tengah berpusat pada pengesahan RAPBN di sidang paripurna dan Oktober 2016 yang kemungkinan akan naik. “Rupiah masih berpeluang menguat di minggu ini,” ujarnya.

Sedangkan indeks dolar yang masih ada dalam tren penguatan mendadak tertahan semalam usai consumer confidence index AS menurun ke bawah 100. Selain itu, minyak juga anjlok usai data persediaan minyak AS mengalami kenaikan yang cukup signifikan melebihi angka pada bulan sebelumnya.

Sentimen lain yang akan turut mendorong pergerakan di dunia adalah tentang pembatasan produksi minyak mentah yang akan diresmikan dalam pertemuan di Vienna pada 30 November 2016 depan dan data penjualan rumah AS yang akan dilaporkan hari ini.

Loading...