Terapkan Teknologi Tahan Gempa Dengan Harga Terjangkau, Ini Aplikator RISHA Jakarta

Aplikator, RISHA, Jakarta, PT, Badak Konstruksi, Indonesia, Kuningan, harga, rumah, sistem, teknologi, instan, sederhana, sehat,Pekerja bangunan sedang memasang bingkai jendela

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bappenas, pada 2014 terdapat 13,5 juta keluarga belum memiliki /hunian dan backlog penghunian adalah sebesar 7,6 juta unit. Artinya, ada sekitar 5,9 juta keluarga yang menghuni yang bukan miliknya (menyewa).

Kebutuhan rumah yang masih tinggi tentunya menjadi ‘PR’ tersendiri bagi pemerintah terlebih Kementerian Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang kini menjadi garda terdepan pemenuhan hak papan untuk rakyat. Oleh karena itu, sulit dipungkiri bahwa pengentasan backlog perumahan butuh terobosan berani yang tidak biasa dari pemerintah. Tidak hanya dari sisi regulasi, namun juga inovasi di bidang perumahan dan permukiman (perkim).

Bicara tentang inovasi teknologi, Balitbang Kementerian PUPR tentu menjadi pelaku utama yang dibebankan tugas menciptakan produk yang relevan, aplikatif, kompetitif, serta berdaya saing. Di bidang perkim, ternyata banyak karya atau produk yang sudah dihasilkan Puslitbang Perkim yang koordinasinya berada di bawah Balitbang PUPR. Salah satunya Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA).

RISHA adalah produk inovasi yang ditemukan dan dikembangkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman (Puslitbangkim), Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR. Produk ini diklaim mudah diterapkan, kuat dan tahan terhadap gempa. Pada 2005, RISHA telah diterapkan dengan baik di Provinsi Aceh untuk pemukiman warga yang terkena Tsunami.

RISHA merupakan rumah layak huni dan terjangkau dapat dibangun secara bertahap berdasarkan modul, dengan waktu yang diperlukan dalam proses setiap modul 24 jam oleh tiga pekerja. Karena komponen mengacu pada modular, maka komponennya memiliki sifat fleksibel dan efisien dalam konsumsi . Saat ini RISHA telah memiliki 67 aplikator dan diterapkan sebanyak lebih dari 10.000 unit di Aceh paska Tsunami

Muhajirin, peneliti dari Puslitbang Perumahan dan Permukiman Kementerian PUPR menyatakan, selain diterapkan di Aceh, teknologi ini juga diterapkan di berbagai daerah di Indonesia seperti Jawa Barat, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jambi, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan sebagainya.

“Teknologi RISHA ini memang didesain lebih sederhana dan tahan gempa. Secara lebih murah, sekitar Rp2 juta sampai Rp2,5 juta per meternya. Telah diuji coba untuk tahan di gempa kekuatan 7,5 sampai 8 Skala Richter,” ujarnya dilansir dari laman .

Ia menambahkan, teknologi khusus ini membuat proses pembangunan RISHA tak bisa dilakukan sembarangan, dan hanya bisa dilakukan oleh orang yang sudah terlatih. Untuk itu pihaknya pun rutin melakukan pelatihan kepada perusahaan yang berminat membuka jasa aplikator teknologi RISHA.

Sejauh ini, telah tersedia sebanyak 67 perusahaan aplikator RISHA di Indonesia, di antaranya CV Bangun Mandiri, Worskhop Jubit Internasional dan CV Better Solution. Untuk kawasan Jakarta, perusahaan aplikator RISHA adalah PT. Badak Indonesia yang berlokasi di Gd. Plaza Kuningan (Menara Selatan), St. Petersburg 10th floor Jakarta Selatan.

Loading...