Terapkan Sistem Pembayaran Cashless, Ini Tarif Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Terbaru

Kapal Feri di Pelabuhan Gilimanuk - www.merdeka.comKapal Feri di Pelabuhan Gilimanuk - www.merdeka.com

Sejak bulan Agustus 2018 lalu, PT ASDP Indonesia Ferry mulai memberlakukan sistem non-tunai untuk kapal ferry. Para yang ingin naik kapal ferry di Pelabuhan Merak, Bakauheni, Ketapang dan Gilimanuk kini sudah bisa membayar tarif penyeberangan dengan sistem yang terbaru, yakni menggunakan uang . Pihak ASDP sendiri menjalin kerjasama dengan 4 bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik (HIMBARA), yakni Bank Mandiri, BRI, BNI dan BTN.

Layanan uang elektronik yang bisa digunakan oleh para calon penumpang antara lain Brizzi dari BRI, Tap Cash dari BNI, E-Money dari Bank Mandiri, serta BLink dari BTN. Pada tahap awal, metode pembayaran cashless ini hanya berlaku untuk para pengguna jasa golongan penumpang atau pejalan kaki, kendaraan roda dua (sepeda motor), dan kendaraan roda 4 kecil (golongan IV).

“Penerapan sistem pembayaran nontunai menggunakan uang elektronik yang bekerjasama dengan empat bank BUMN dalam pembelian tiket ferry sebagai bentuk dukungan terhadap regulasi Pemerintah terkait penyelenggaraan tiket angkutan penyeberangan secara elektronik atau Gerakan Nasional Nontunai (cashless),” kata Direktur Komersial PT ASDP Indonesia Ferry, M Yusuf Hadi, seperti dilansir Merdeka.

Lebih lanjut Hadi menjelaskan jika penerapan sistem pembayaran non-tunai ini sejalan dengan program transformasi digital yang sedang digagas oleh PT ASDP. “Salah satu kebutuhan mendasar bagi ASDP adalah digitalisasi bisnis hampir di semua lini, termasuk penjualan tiket. Tentu kita butuh dukungan teknologi informasi yang kuat dalam menghadapi disruptive bisnis transportasi yang sedang menjadi tren, khususnya di transportasi darat, seperti halnya transportasi online. Hal inilah yang akhirnya mendorong ASDP untuk go-cashless secepatnya,” paparnya.

Sebagai informasi, tarif penyeberangan Ketapang-Gilimanuk terpantau mengalami kenaikan sejak menjelang Lebaran tahun 2017 lalu. Harga tiket penyeberangan dari Ketapang, Banyuwangi ke Gilimanuk, Bali untuk penumpang dewasa tanpa kendaraan Rp 6.500 per orang, sedangkan untuk anak-anak Rp 4.500. Kemudian untuk penumpang dengan kendaraan Golongan I (sepeda) Rp 7.500, Golongan II (sepeda motor < 500cc) Rp 24.000, Golongan III (sepeda motor ≥ 500cc) Rp 37.000, dan Golongan IVa (mobil/sedan ≤ 5m) Rp 159.000.

Jadwal penyeberangan Ketapang-Gilimanuk dilayani setiap hari selama 24 jam dengan keberangkatan tiap 1 jam sekali sejak pukul 00.00 hingga pukul 23.00. Perjalanan Ketapang-Gilimanuk sejauh 50 km tersebut dapat ditempuh dengan waktu perjalanan yang relatif singkat, yakni 45 menit. Pemesanan atau pembelian tiket penyeberangan Ketapang-Gilimanuk bisa dilakukan secara online melalui situs resmi tiket.indonesiaferry.co.id.

Loading...