Terapkan Program Cambridge, Berapa Biaya Masuk Sekolah Bakti Mulya 400?

Sekolah Bakti Mulya 400 - sma.baktimulya400.sch.idSekolah Bakti Mulya 400 - sma.baktimulya400.sch.id

elit yang ada di kawasan Ibukota memang ada banyak. Orang tua yang ingin memberikan terbaik untuk buah hatinya biasanya akan memutuskan untuk menyekolahkan anak-anak mereka ke berbasis , salah satunya seperti Bakti Mulya 400.

Yayasan Bakti Mulya 400 mengelola beberapa jenjang pendidikan yang berlokasi di , yakni mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA. Setiap tahunnya Sekolah Bakti Mulya 400 selalu membuka baru. Pada tahun ajaran 2018/2019 ini misalnya, Sekolah Bakti Mulya 400 menerima baru untuk jenjang TK-SMA.

Sayangnya pihak Sekolah Bakti Mulya 400 tidak membeberkan secara rinci berapa pendidikan di sana. Namun Sekolah Bakti Mulya 400 hanya menjelaskan berapa nominal pendaftaran untuk masuk kek Sekolah Bakti Mulya 400. Sebagai informasi, bagi yang tertarik mendaftar ke TK Bakti Mulya 400 akan dikenai pendaftaran Rp 300 ribu yang dilaksanakan sejak 2 Mei – 29 Juni 2018.

Sedangkan untuk jenjang SD, SMP, dan SMA besaran masing-masing biaya pendaftarannya sama, yakni Rp 500 ribu. Jadwal pendaftaran SD, SMP, dan SMA Bakti Mulya 400 juga dilaksanakan serentak mulai 2 Mei – 29 Juni 2018. Siswa yang dinyatakan lolos tes seleksi, tes akademik, test deteksi NAPZA, psikotes, dan wawancara nantinya akan dikenai biaya masuk sekolah yang terdiri dari uang pangkal, uang kegiatan, dan SPP.

Berdasarkan bocoran dari berbagai sumber, tahun 2017 lalu Sekolah Bakti Mulya 400 menarik uang pangkal untuk jenjang SD sebesar Rp 30 juta, sedangkan uang SPP bulanannya mencapai Rp 1,5 juta. Mahalnya biaya sekolah di Bakti Mulya 400 kemungkinan tidak terlepas dari penerapan Cambridge.

Sekolah Bakti Mulya 400 kembali meluncurkan program Cambridge pada tahun 2017 lalu. “Tujuan grand launching ini adalah memperkenalkan program baru sekolah berupa program Cambridge yang diadopsi sebagai kurikulum mulai tingkat SD sampai dengan SMA,” tutur Direktur Sekolah Bakti Mulya 400, Euis Tresna Msi, seperti dilansir Republika.

Euis menjelaskan bahwa penguatan dan pengembangan program Cambridge ini bertujuan untuk membentuk lulusan Sekolah Bakti Mulya 400 yang memiliki kompetensi global. “Kita sadari bersama bahwa persaingan di masa depan akan semakin kompetitif. Untuk itu, dibutuhkan SDM yang mempunyai kompetensi dan soft skill yang kuat, sehingga bisa bersaing secara global,” paparnya.

Loading...