Tensi Perang Dagang Mereda, Rupiah Ditutup Menguat

Rupiah - inapex.co.idRupiah - inapex.co.id

Daya tarik AS sebagai aset safe haven yang menurun, imbas meredanya kekhawatiran tensi , membuat mayoritas , termasuk , bergerak menguat sepanjang Kamis (20/9) ini. Menurut Index pukul 15.58 WIB, mata uang Garuda berakhir menguat 26 poin atau 0,17% ke level Rp14.849 per dolar AS.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.839 per dolar AS, menguat 57 poin atau 0,38% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.896 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mayoritas mata uang Asia mengungguli greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,81% dialami rupee India.

Dari , indeks dolar AS memang bergerak melemah pada hari Kamis, bahkan mendekati level terendah tujuh minggu, karena permintaan terhadap aset tersebut menurun setelah perang dagang AS-China ternyata tidak seburuk yang dikhawatirkan. Mata uang Paman Sam terpantau terdepresiasi 0,062 poin atau 0,07% ke level 94,475 pada pukul 10.40 WIB, mendekati level terendah tujuh minggu di 94,308.

Seperti diberitakan Reuters, Perdana Menteri China, Li Keqiang, baru-baru ini mengatakan bahwa pihaknya tidak akan ‘membungkuk’ untuk devaluasi mata uang yang kompetitif. Komentar itu muncul setelah China memberlakukan tarif baru pada impor asal AS senilai 60 miliar dolar AS, merespon tindakan Paman Sam yang mematok tarif 10% terhadap asal Negeri Panda senilai 200 miliar dolar AS.

“Tindakan AS untuk memilih tingkat tarif yang lebih rendah tampaknya menunjukkan sedikit kelonggaran untuk China. Komentar Perdana Menteri Li tentang yuan juga bisa dilihat sebagai ‘pembukaan’ ke Washington,” tutur ahli strategi mata uang senior di Daiwa Securities, Yukio Ishizuki. “Pasar berharap agar kedua belah pihak akan terus berbicara sehingga episode tarif lain bisa dihindari.”

Pergerakan greenback semakin tertekan setelah pound sterling mencapai level tertinggi dalam dua bulan, menyusul data inflasi Inggris yang dilaporkan melampaui ekspektasi pasar. Pada pukul 10.54 WIB, pound sterling terpantau rebound 0,06% menuju posisi 1,3152 terhadap dolar AS, meski sebelumnya sempat berakhir melemah tipis 0,03% pada hari Rabu (19/9).

Loading...