Telat Bayar PLN? Ini Besaran Biaya Denda dan Sanksinya

Denda, telat, bayar, PLN, PT PLN, Persero, masyarakat, tagihan, listrik, rekening, pascabayar, prabayar, kWh, token, keterlambatan, denda, ketentuan, kewajiban, pembayaran, pelanggan, saluran, batas, daya, per, bulan, pembongkaran, pemutusan, layanan, aplikasi, contact center, pengaduan,Ilustrasi: meteran listrik PLN pascabayar (sumber: bisnis.com)

PT PLN (Persero) mengimbau masyarakat untuk membayar sebelum tanggal 20. Hal ini guna menghindari keterlambatan tagihan atau telat . Sesuai ketentuan dari PLN, pelanggan memiliki kewajiban untuk melakukan listrik sampai dengan tanggal 20 setiap bulannya. Pembayaran yang dilakukan setelah tanggal tersebut dianggap sebagai keterlambatanpenyelesaian tagihan rekening listrik.

Ketentuan yang berlaku antara lain, membayar lewat dari tanggal 20 akan dikenakan pemutusan sementara dan atau denda keterlambatan. Jika lewat tanggal 20 bulan berikutnya masih belum melunasi akan dikenakan pembongkaran meter kWh dan dimigrasikan ke meter prabayar. Lewat tanggal 20 bulan berikutnya secara berturut-turut akan dikenakan pemutusan rampung dan diberhentikan sebagai pelanggan PLN.

Nah, berdasarkan PLN, awalnya PLN akan mengenakan denda bila pelanggan nunggak 1 bulan tagihan. Berikut besaran dendanya, batas daya 450 volt ampere (VA) = Rp3.000/bulan, batas daya 900 VA = Rp3.000/bulan, batas daya 1.300 VA = Rp5.000/bulan, batas daya 2.200 VA = Rp10.000/bulan, batas daya 3.500-5.500 VA = Rp50.000/bulan, batas daya 6.600-14.000 VA = 3% dari tagihan rekening listrik (minimum Rp75.000) per bulan, dan batas daya di atas 14.000 VA = 3% dari tagihan rekening listrik (minimum Rp100.000) per bulan.

Namun bila dalam 30 hari tunggakan tidak dilunasi, maka PLN akan memberikan sanksi hingga pemutusan aliran listrik. Nah, jika hingga memasuki 60 hari pemutusan listrik sementara Anda masih belum melunasi pembayaran rekening, maka PLN berhak melakukan tindakan bongkar rampung atas semua instalasi milik PLN, seperti alat pembayar dan pemutus/APP/kWh Meter dan Saluran Masuk Pelayanan/ listrik mulai dari tiang sampai kWh Meter.

Kedisiplinan pelanggan membayar rekening listrik setiap bulan tepat waktu sangat membantu mendukung PLN dalam meningkatkan pelayanan kelistrikan. Direktur Bisnis PLN Regional Jawa Bagian Barat, Haryanto W.S mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian pada kondisi kelistrikan di masing-masing tempat tinggalnya. Menurut dia, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan masyarakat terkait kelistrikan rumah, seperti mematikan serta mencabut semua peralatan listrik sebelum meninggalkan rumah. Bila perlu pasang sensor penerangan agar lampu menyala dengan efisien.

“Bagi pelanggan listrik , pastikan tagihan listrik sudah lunas sebelum tanggal 20 agar terhindar dari denda keterlambatan dan pemutusan listrik akibat keterlambatan pembayaran,” ujar dia dalam keterangan tertulis, dilansir Liputan6.

Sedangkan bagi pelanggan listrik prabayar, pastikan token listrik sudah terisi cukup agar Iampu penerangan rumah tetap menyala dan alarm token kWh meter tidak berbunyi.

Jika masyarakat ingin mendapatkan informasi layanan PLN atau menyampaikan pengaduan, lanjut dia, Contact Center PLN 123 siaga 24 jam nonstop setiap hari yang dapat diakses melalui telepon (kode area) 123, media sosial Facebook PLN 123 dan Twitter@pln_123, email pln123@pln.co.id serta website ‎www.pln.co.id.

Selain Contact Center 123, kini PLN juga telah menghadirkan layanan dalam genggaman melalui aplikasi PLN Mobile yang dapat diunduh secara gratis melalui Play Store maupun AppStore. “Menghubungi layanan Contact Center PLN 123 apabila membutuhkan layanan seputar kelistrikan. Layanan ini tersedia 24 jam 7 hari dalam seminggu,” ujar dia.

Loading...