Teknologi Digital Diprediksi Jadi Pendukung Pertumbuhan Ekonomi di Asia

Employees work on their computer terminals in Bangalore, India - asia.nikkei.comEmployees work on their computer terminals in Bangalore, India - asia.nikkei.com

Prospek ekonomi di negara berkembang memang selalu menjadi topik yang menarik untuk dibahas. Jika beberapa pihak merasa skeptis dengan pertumbuhan negara berkembang, pihak lain justru merasa optimis bahwa negara berkembang bisa semakin tumbuh jika mendasari berbagai aspek dengan kesiapan , baik dari segi tenaga , hingga penggunaan dan juga di teknologi.

Dari memanfaatkan kekuatan negara seperti China memiliki target untuk dapat menumbuhkan produk domestik (PDB) hingga 3,75% pada tahun 2020, setara dengan menambahkan USD 527 miliar dalam perekonomian mereka. Seperti diketahui, pada taraf yang lebih luas, pasar negara berkembang dianggap sebagai rumah bagi para pakar teknologi.

Di luar kawasan Silicon Valley, teknologi digital ternyata berkembang pesat dari kampus teknologi informasi India hingga komunitas startup digital di Israel. Tidak heran jika menurut Boston Consulting Group ekonomi internet tumbuh antara 15-25% per tahun di pasar negara berkembang.

Bakat dan TI (Teknologi Informasi) juga terbukti lebih besar di pasar negara berkembang dibandingkan di tempat lain. Berdasarkan survei Accenture pada awal tahun ini, rupanya banyak perempuan, khususnya di China yang bersekolah di bidang TI seperti halnya laki-laki. Hal inilah yang menciptakan kandidat potensial lebih besar pada profesi-profesi di bidang IT. Tak hanya itu, kemampuan digital sarjana laki-laki dan perempuan di China ternyata juga dilaporkan cukup setara.

“Untuk menggerakkan roda ekonomi, negara berkembang membutuhkan lebih dari sekadar keahlian, mereka membutuhkan konsumsi. Sekali lagi, pasar negara berkembang menonjol karena mereka membutuhkan layanan digital,” kata Gianfranco Casati, Group Chief Executive untuk pasar negara berkembang di Accenture, seperti dilansir dari Nikkei.

Populasi yang besar di negara berkembang juga turut mendorong berkembangnya teknologi mobile dan finansial. riset pasar Berg Insights memperkirakan jika jumlah akun keuangan mobile yang terdaftar di pasar negara berkembang pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan telah meningkat 25% dan akan mencapai 1,24 miliar tahun ini.

Banyak masyarakat yang mulai merasakan manfaat dari teknologi seperti penggunaan pembayaran digital dan sebagainya. Basis pelanggan yang cerdas-teknologi tak harus kaya, mereka hanya perlu memiliki smartphone. China dan India adalah negara terdepan untuk memanfaatkan teknologi digital. Negara-negara lain seperti Indonesia, Malaysia, dan Thailand juga berkomitmen untuk memanfaatkan solusi digital di wilayahnya.

Pemanfaatan teknologi digital menurut Casati bisa menjadi fondasi bagi pertumbuhan yang berkelanjutan. Perusahaan yang mulai menerapkan teknologi digital tak hanya dapat memotong , tetapi juga berpotensi untuk tumbuh. Sebagai contoh, India mampu menghemat USD 2 miliar tiap tahunnya dan mengurangi kebocoran pembayaran subsidi dengan digitalisasi pemberian subsidi bahan bakar minyak.

Loading...