Tekanan Kurs Dialami Banyak Negara Karena Ekonomi yang AS Membaik

Nilai tukar yang terus mengalami tekanan saat ini adalah imbas dari penguatan ekonomi Serikat (AS). (BI) mencatat, rupiah pada perdagangan kemarin (5/3) diperdagangkan di level Rp 13.022 per USD atau cukup dalam jika dibanding dengan penutupan perdagangan sehari sebelumnya di level Rp 12.963 per USD.

bankbni-grahapangeranKendati demikian, BI menegaskan tetap berada di dan terus mencermati pergerakan . “Tidak perlu khawatir dengan () rupiah karena kami yakin bahwa pelemahannya hanya bersifat sementara. BI akan selalu berada di pasar untuk menjaga nilai tukar,” kata Gubernur BI Agus Martowardojo di gedung BI, Jakarta, kemarin.

Menurut Agus, BI terus memantau perkembangan nilai tukar lewat berbagai kebijakan. Pengendalian dilakukan dengan mempertimbangkan banyak faktor. Dia menerangkan bahwa pelemahan yang terjadi saat ini lebih dipengaruhi oleh kondisi perekonomian AS yang tengah membaik.

Agus menjelaskan bahwa pergerakan nilai tukar dunia yang melemah terhadap USD tidak hanya dialami Indonesia, tapi juga negara lain. Dia menilai bahwa rupiah masih berada dalam koridor yang baik. “Saya sampaikan, terkait dengan nilai tukar, sepenuhnya dalam banyak hal karena dinamika yang ada di luar. Rupiah dalam keadaan baik,” katanya.

Agus menjelaskan bahwa fluktuasi mata uang adalah hal yang wajar. Volatilitas rupiah saat ini dinilai masih lebih baik daripada negara lain yang penurunannya lebih tajam. “Secara umum, tidak perlu khawatir. Tugas utama BI adalah menjaga volatilitas. Volatilitas negara lain jauh lebih tinggi daripada BI,” paparnya. (rud/mna/c1/jay/jpnn)

Loading...