Tekanan Global Berangsur Reda, Rupiah Berpeluang Perkasa di Akhir Pekan

Rupiah berpeluang menguat pada akhir pekan ini (3/6) seiring meredanya tekanan global. Selain itu, meski AS mulai naik, namun jika data pertambahan non-pertanian AS yang diumumkan nanti malam tidak membaik, Paman Sam diramal bisa kembali melemah.

Menurut laporan Index, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan dibuka menguat 12 poin atau 0,09% ke Rp13.631 per dolar AS. Kemudian, mata uang Garuda kembali naik 30 poin atau 0,22% ke level Rp13.613 per dolar AS pada pukul 08.59 WIB. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau naik 0,11% ke posisi 95,564 pada penutupan perdagangan Kamis (2/6) atau Jumat pagi WIB.

“Ruang penguatan rupiah pada hari ini terbuka lebar seiring momentum penguatan dolar AS yang berangsur surut,” papar Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Terlebih, jika data pertambahan tenaga kerja non-pertanian AS yang diumumkan malam nanti tidak membaik, pelemahan dolar AS bisa kembali datang.”

Ditambahkan Rangga, saat ini fokus juga kembali tertuju ke tax amnesty dan FOMC meeting. Sementara dari global, meski OPEC belum sepakat membatasi produksi , namun Arab Saudi yang menunjukkan komitmen untuk tidak membanjiri yang sudah kelebihan pasokan sudah cukup membuat harga Brent terangkat dan ditutup di atas 50 dolar AS per barel.

Pada perdagangan Kamis kemarin, rupiah mampu ditutup menguat 18 poin atau 0,13% ke posisi Rp13.643 per dolar AS. “Kekecewaan akibat S&P yang tidak memberikan peringkat layak kepada Indonesia sudah terefleksi di maupun SUN” tutup Rangga.

Loading...