Tekanan Belum Usai, Rupiah Dibuka Melemah 5 Poin

Rupiah - www.konfrontasi.comRupiah - www.konfrontasi.com

Tekanan eksternal belum benar-benar meninggalkan pada awal Selasa (9/10) ini. Seperti dituturkan Bloomberg Index, Garuda membuka dengan melemah tipis 5 poin atau 0,03% ke level Rp15.223 per AS. Sebelumnya, spot sudah berakhir terdepresiasi 35 poin atau 0,23% di posisi Rp15.218 per AS pada Senin (8/10) kemarin.

“Pelemahan yang dialami rupiah akibat pengaruh dari AS, terutama dipicu oleh yield dari surat utang tenor 10 tahun AS yang meningkat tajam di atas 3,4%,” tutur Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dilansir Bisnis. “Dalam kondisi normal saat ini, titik keseimbangan belum tercapai, sehingga ke depan masih akan terjadi fleksibilitas dalam nilai tukar.”

Sementara itu, ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menuturkan bahwa pelemahan yang dialami mata uang karena tingkat pengangguran AS bulan September kemarin membaik ke level 3,7%, atau posisi terendah sejak tahun 1970 lalu. Hal tersebut membuat indeks dolar AS melesat sekaligus mendukung kenaikan lebih agresif dalam jangka pendek.

“Dari dalam negeri, Bank Indonesia baru saja mengeluarkan rilis data cadangan devisa bulan September 2018 yang tergerus hampir 3,1 miliar dolar AS menjadi 114,85 miliar dolar AS,” kata Josua. “Hal tersebut menunjukkan tren penurunan cadangan devisa sejak awal tahun sejalan dengan langkah Bank Indonesia untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.”

Di sisi lain, analis Asia Trade Point Futures, Andri Hardianto, bilang bahwa rupiah tertekan kenaikan dunia yang diperkirakan bakal memperlebar defisit transaksi berjalan. Meski demikian, menurut Andri, mata uang Garuda masih memiliki peluang untuk menguat walau hanya secara teknis. “Kalau sudah menyentuh angka psikologis, bisa terjadi rebound,” papar Andri.

Loading...