Tekan Retorika Anti-Islam, AS Harus Ubah Cara Pandang

siswa SMA - www.upworthy.com

Sejak terpilih sebagai yang baru, retorika anti-Islam telah berkembang di seluruh . Hal ini salah satunya diakibatkan oleh serangan teror yang dilakukan sekelompok orang yang mengatasnamakan Islam. Untuk menekan retorika ini, AS seharusnya mengubah cara pandang mereka, salah satunya dengan pertukaran dan melihat dari perspektif luar.

“Mengapa mereka membenci kami (orang )? Itulah salah satu pertanyaan yang sering dilontarkan siswa saya sehari setelah Donald Trump terpilih,” kata Kayla Stewart, seorang staf pengajar Inggris di suatu SMA di . “Saya pun hanya bisa menjawab, kadang-kadang orang membenci apa yang mereka tidak mengerti.”

Dijelaskan Kayla, sebanyak 81,8 persen dari Indonesia beragama Islam. Ini menjadikan Indonesia sebagai dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Karenanya, ajaran Islam ada di sebagian besar sekolah, serta kehidupan budaya di dalam masyarakat Indonesia. “Setiap minggu, saya memiliki kesempatan unik tidak hanya mengajar siswa ini bahasa Inggris, tetapi belajar memahami Islam dari perspektif di luar Amerika,” sambung Kayla.

“Di Indonesia, saya tenggelam dalam budaya yang mengintegrasikan identitas Muslim dalam kehidupan sehari-hari. Saya telah belajar lebih banyak tentang sejarah Islam, bagaimana itu berakhir di Indonesia, dan peran yang dimainkannya dalam pemerintah dan masyarakat,” tambahnya. “Saya sudah diingatkan akan pentingnya iman, bagaimana kemampuan untuk mengekspresikan iman bebas dari kebencian dan penghakiman adalah hak asasi manusia yang harus tanpa syarat ditegakkan di negara yang mengklaim bebas untuk semua.”

Ditambahkan Kayla, siswanya telah jujur dan keikhlasan mereka telah membuka jalan bagi pemahaman yang lebih dalam tentang Islam dan keinginan untuk membantu orang AS memahami pentingnya inklusi untuk semua agama. “Siswa saya masih beranggapan Amerika sebagai sebuah negara yang luar biasa, ramah kepada pendatang, hingga saat ini,” ujarnya.

“Pada akhirnya, melihat siswa saya belajar, telah meningkatkan keinginan saya untuk melihat keindahan imigran di seluruh AS. Pertukaran budaya adalah salah satu cara terbaik untuk memperoleh pemahaman (tentang agama),” lanjutnya. “Karena itu, memblokir orang masuk ke negara kita karena agama atau ras tidak hanya salah secara moral, tetapi juga membuat bangsa kita kehilangan kesempatan belajar dari sudut pandang yang berbeda.”

Loading...