Tax Amnesty Sukses, Bisnis Properti Berpeluang Bangkit

disebut-sebut sebagai sektor yang menerima paling banyak manfaat jika program mencapai sasaran. Menurut perhitungan Indonesian Property Watch, 60 persen dana yang dipulangkan dari luar negeri melalui program bakal diwujudkan dalam investasi properti, terutama properti kelas menengah ke atas dan mewah.

(BTN) telah menerima dana Rp100 miliar dalam 10 hari pertama setelah ditunjuk sebagai bank penerima dana yang direpatriasi, yang 30 persen di antaranya dimasukkan ke dalam REITs. Sementara, pejabat dari pengembang Pakuwon Jati melaporkan terjadi lonjakan yang signifikan dalam properti di kisaran harga Rp1 miliar hingga Rp5 miliar.

Di sisi lain, lembaga penasihat hukum mengenai masalah properti, Hanafiah Ponggawa and Partners, juga mengaku telah menerima banyak pertanyaan tentang pelaksanaan tax amnesty di sektor real estate. “Selain harapan keuntungan yang meningkat, jika dilakukan dengan cerdas, investasi di properti bisa menjadi investasi yang produktif, seperti menyewakan kepada pihak lain atau memilih properti komersial seperti ruko untuk digunakan berbisnis,” kata pendiri firma, Al Hakim Hanafiah.

Sektor properti sendiri masih berusaha bangkit dari kemerosotan yang terjadi sepanjang tahun 2015 lalu. Kebijakan yang lebih mendukung sejak akhir tahun lalu, seperti pelonggaran aturan kepemilikan asing, insentif pajak baru untuk REITs, dan pengurangan persyaratan uang muka, telah menjadi katalis sektor ini.

Sayangnya, hingga saat ini, dana repatriasi yang berhasil dipulangkan baru mencapai Rp12,9 triliun atau 1,2 persen lebih rendah dari target. Namun, para pengembang tetap optimistis mengenai dampak yang lebih besar dari tax amnesty di tahun depan.

“Dalam pandangan kami, sepertinya realisasi investasi wajib pajak di sektor properti akan terjadi pada awal 2017, setelah mereka mengikuti tax amnesty,” kata Asisten Wakil Presiden di Agung Podomoro Land, Agung Wirajaya. “Jika di awal 2017 banyak dana diinvestasikan ke dalam industri properti, maka kepercayaan terhadap properti akan meningkat, tidak hanya di kalangan wajib pajak yang berpartisipasi dalam tax amnesty, tetapi juga umum lainnya.”

Pemerintah Indonesia sendiri berharap hingga Maret mendatang, mampu memulangkan Rp1.000 triliun dari perkiraan total Rp4.000 triliun dana yang diparkir di luar negeri. Wajib pajak bebas untuk menginvestasikan dana mereka setelah dipulangkan selama mereka menyimpan uang di Indonesia untuk waktu setidaknya tiga tahun.

Loading...