Tawarkan Varian Rasa Beragam, Harga Coklat Delfi Dairy Milk Mulai Rp 5 Ribuan

Delfi Dairy Milk - www.olx.co.idDelfi Dairy Milk - www.olx.co.id

cokelat di Indonesia cukup besar dan disebut-sebut memiliki potensi untuk terus berkembang. Hingga kini coklat di Tanah Air diisi berbagai seperti Delfi, Cadbury, Silverqueen, Toblerone, dan masih banyak lagi. coklat-coklat tersebut sangat bersaing dan memiliki yang cukup beragam.

Delfi misalnya, memiliki varian produk yang beragam seperti Delfi Chocolate Dairy Milk 27 gram yang dijual dengan harga Rp 5.900, lalu Delfi Dairy Milk Chocolate 60 gr harganya Rp 14.800, Delfi Dairy Milk Chocolate Almond 65 g Rp 14.500, Delfi Dairy Milk Chocolate Cashew 60 gr Rp 14.800 dan yang 27 gram Rp 5.000, serta Delfi Dairy Milk Chocolate Fruit Nut 65 gr harganya Rp 14.500 per bungkus.

Sebagai informasi, saat ini cokelat adalah kategori cemilan urutan ke-4 setelah kategori pastry, biskuit, dan permen dengan nilai pasar hingga USD 776 juta atau sekitar Rp 11,2 triliun. Bahkan prospek dari industri cokelat di Indonesia terlihat dari penetrasi konsumsi yang masih berkisar di angka 78% dibandingkan kategori cemilan lainnya seperti biskuit yang sudah mencapai 90%.

Menurut Sachin Prasad, President Director Mondelez Indonesia, potensi pada industri cokelat terutama berada pada masih rendahnya tingkat konsumsi coklat di Indonesia, yakni hanya sekitar 0,5 kg per orang per tahun. “Semakin berkembangnya kelas menengah muda yang terbuka untuk mencoba pengalaman-pengalaman baru saat ngemil, membuat peluang industri ini semakin terbuka lebar,” ungkap Sachin, seperti dilansir Tribunnews.

Sementara itu, Fadly Rahman selaku Food Historian mengungkapkan bahwa cokelat mempunyai sejarah yang panjang di Indonesia. Bahan baku cokelat atau yang lebih dikenal dengan nama kakao ternyata pertama kali dibawa ke Indonesia tahun 1560 silam. Tetapi kala itu kakao belum jadi utama. “Kakao mulai terkenal di tahun 1880 saat perkebunan kakao terbentuk di Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ungkapnya.

Kemudian industri kakao mulai mengalami perkembangan yang pesat pada tahun 1938, dengan 29 perkebunan di Pulau Jawa, yang semakin mendorong pengembangan industri yang berbahan dasar cokelat. “Meski awalnya identik dengan gaya hidup bangsawan Eropa, seiring maraknya industri cokelat di awal abad 20, cokelat menjadi lebih populer sebagai pilihan ngemil Indonesia,” ujar Fadly.

Loading...