Tawarkan Paket Skin Care Lengkap, Harga Cream Dokter Widya Mulai Rp 65 Ribuan

Ilustrasi : Seorang wanita melakukan perawatan kulit wajah

perawatan yang beredar di pasaran saat ini memang bermacam-macam, selain -produk yang diklaim organik atau alami, ada juga cream racikan dokter yang hingga kini begitu populer di kalangan masyarakat Indonesia. Salah satunya seperti cream dokter Widya.

Dr. Widyarini Skin Care Sidoarjo menjual beragam produk perawatan wajah dan tubuh dengan yang variatif. Dokter Widya menyediakan produk lipcare yang dijual dengan Rp 80 ribuan, kemudian ada produk krim siang Sunblock 30 CG dr.W_dyarini seharga Rp 65 ribuan, Daily Whitening Rp 80 ribuan, Hand Body Whitening Rp 190 ribuan, Eye Glow Rp 80 ribuan, Aloevera Cream Rp 75 ribu, Anti Komedogenik Rp 100 ribu, Pencerah Wajah Kering Rp 195 ribu, Pencerah Wajah Normal/Kering Rp 190 ribu, Flek untuk Wajah Normal Rp 190 ribu, dan Handbody Rp 180 ribuan.

Produk-produk cream dokter Widya tersebut diklaim bermanfaat untuk mengatasi berbagai permasalahan , mulai dari berminyak, kering, berjerawat, menyamarkan flek, memutihkan , membuat wajah menjadi glowing, dan sebagainya. Distributor atau reseller produk cream dr. Widya sendiri sebagian besar terpusat di wilayah Jawa Timur seperti Sidoarjo, Mojokerto, Surabaya, dan Pasuruan.

Masih belum diketahui apakah cream dr. Widya juga memiliki reseller di area lain. Selain itu, masih belum diketahui juga apakah cream dokter Widya telah terdaftar di BPOM atau tidak. Namun beberapa yang pernah menggunakan produk dr. Widya rata-rata mengaku merasakan hasil yang positif setelah menggunakan cream dr. Widya.

Meski demikian, para konsumen di luar sana tentunya harus lebih cermat saat hendak mencoba produk cream wajah tertentu, terutama krim racikan dokter. Sebab biasanya setiap kulit memiliki kebutuhan dan permasalahan yang berbeda-beda. “Perlindungan konsumen terhadap keamanan dan kemanfaatan produk merupakan isu yang cukup penting, karena kosmetika sudah merupakan produk kebutuhan sehari-hari,” kata Penny, Kepala Badan POM, seperti dilansir Farmasetika.

Kosmetik ilegal yang beredar di pasaran biasanya mengandung bahan-bahan berbahaya yang memiliki risiko jangka panjang seperti merkuri, asam retinoat, hidrokinon, resorsinol, pewarna merah K3, K10, dan pewarna jingga K1. Kosmetik yang benar-benar terdaftar di BPOM biasanya dilengkapi dengan no. BPOM, pembuat dan penyalur kosmetik, kode produksi, dan expiry date atau tanggal kedaluwarsa.

Loading...