Tawarkan Keuntungan Menjanjikan, Berapa Biaya Franchise untuk Menjadi Agen JNE?

Ilustrasi : Karyawan JNE sedang melayani pelanggan - tribunnews.com

Berkembangnya bisnis jual beli online (e-commerce) saat ini mau tak mau juga berdampak pada bisnis di bidang jasa pengiriman . Oleh sebab itu banyak orang menilai bahwa memulai bisnis franchise dengan menjadi agen ekspedisi ternama seperti Jalur Nugraha Ekakurir () cukup menguntungkan. Pihak sendiri tidak menjelaskan secara rinci berapa franchise yang dibutuhkan untuk bergabung menjadi agen, pasalnya besaran nilai dan uang deposit pada masing-masing cabang utama akan berbeda, ditentukan oleh cabang utama itu sendiri.

Namun berdasarkan informasi beberapa tahun lalu, biaya untuk menjadi mitra JNE adalah Rp 7 juta, dengan syarat memiliki tempat (bisa toko, ruko, atau tempat usaha) dan mempunyai kendaraan (bisa mobil atau sepeda motor). Dana sebesar Rp 7 juta tersebut meliputi uang administrasi Rp 2 juta dan uang jaminan alias keagenan sebesar Rp 5 juta yang kabarnya akan dikembalikan apabila masa kontrak kerja sama keagenan berakhir atau diakhiri oleh salah satu pihak.

“Jasa pengiriman itu memiliki potensi bisnis yang besar. Semakin tahun akan semakin tinggi potensinya, karena semakin tahun bisnis jual beli secara online akan semakin banyak, baik itu jual beli di market flash maupun jual beli yang sifatnya langsung sehingga jasa pengiriman terus tumbuh. JNE Sebagai perusahaan jasa pengiriman ekspres yang sudah berdiri sejak 27 tahun lalu memiliki market share terbesar di Indonesia, tentu saja JNE memiliki peluang yang sangat besar,” kata Kepala cabang utama JNE Sumatera Utara, Fikri Alhaq Fachryana, seperti dilansir Tribunnews.

Persyaratan lebih rinci seputar cara bergabung dalam keagenan JNE tertulis dengan jelas di situs resminya, www.jne.co.id. Terdapat berbagai syarat yang ditetapkan oleh JNE, mulai dari syarat administrasi umum dan khusus, syarat lokasi, syarat perlengkapan kerja, perlengkapan sales, syarat penjualan, dan lainnya. Adapun selama masa percobaan 3 bulan sejak awal beroperasi, JNE menetapkan akumulasi target penjualan sebesar Rp 40 juta untuk KCU Grade A, Rp 10 juta untuk KCU Grade B dan C, serta Rp 2 juta untuk KCU Grade 2 dan E.

Kemudian Fikri juga menjelaskan, sistem pembayaran dan komisi penjualan yakni bersedia membayar penjualan secara kontan basis harian, memperoleh komisi atas penjualan secara progresif yang ditetapkan JNE berdasar jenis layanan domestik (regular, YES, dan SS).

“Dengan sistem progresif masing-masing dihitung dari hasil penjualan domestic sesuai resmi, yaitu 20 persen dari daftar (published rate) atas hasil penjualan dari Rp 1,- hingga Rp 5 juta per bulan, 22 persen dari daftar atas hasil penjualan Rp 5 juta ke atas per bulan, dan 25 persen dari daftar tariff atas hasil penjualan Rp 20 juta ke atas per bulan,” paparnya.-=

Loading...