Tawarkan Fasilitas Lengkap, Biaya Masuk SMA Dwiwarna Ternyata Mahal?

Aktivitas belajar siswa siswi SMA Dwi Warna di laboratorium (sumber: smadwiwarna.sch.id)Aktivitas belajar siswa siswi SMA Dwi Warna di laboratorium (sumber: smadwiwarna.sch.id)

Tak bisa dimungkiri, di Indonesia dari waktu ke waktu semakin mahal. Apalagi jika para orang tua memutuskan untuk memasukkan putra-putrinya ke swasta favorit yang bertaraf internasional serta ditunjang dengan sederet pendukung yang terbilang lengkap. Di SMA Dwiwarna (boarding school) Bogor misalnya, biaya masuk untuk calon siswa baru pada tahun 2019/2020 sudah mencapai Rp 60 juta untuk uang pangkalnya saja. Luar biasa sekali, bukan?

Uang pangkal atau uang tersebut dapat dibayar dengan cara diangsur sebanyak 2 kali. Biaya masuk SMA Dwiwarna ini masih belum termasuk dengan biaya sebesar Rp 2.500.000, kemudian uang seragam dan buku paket Rp 4.500.000 (dibayarkan 1 kali untuk 3 tahun), dan SPP per bulan Rp 6.500.000.

Terdapat 3 program yang ditawarkan SMA Dwiwarna, yakni program internasional, reguler, dan Siswa Cerdas Istimewa (enrichment). Untuk mendaftar ke SMA Dwiwarna, calon siswa diwajibkan mengikuti tes seleksi yang terbagi menjadi 3 gelombang, yakni tanggal 27 Mei 2019, 17 Juni 2019, dan terakhir tanggal 24 Juni 2019.

Meskipun biaya sekolah di SMA Dwiwarna tergolong mahal, fasilitas yang ditawarkan juga tak tanggung-tanggung. Biaya pendidikan sudah termasuk pelayanan pendidikan (kegiatan intra dan ekstrakurikuler), , laundry, konsumsi, praktikum IPA, Bahasa, dan komputer, serta ujian . Di sekolah yang beralamatkan di Jalan Raya Parung Km. 40 Bogor ini juga ditunjang sarana seperti asrama, AC, ruang menonton TV, kolam renang, lapangan basket, lapangan tenis, lapangan futsal, lapangan voli, masjid, kantin, dan masih banyak lagi.

Pihak SMA Dwiwarna sendiri memastikan jika para lulusan sekolahnya siap menghadapi era revolusi industri 4.0 yang menjadi syarat pendidikan di abad 21. “Hampir semua lembaga pen­didikan mencoba untuk menerjemahkan dan me­ne­rapkan maksud dari istilah yang menjadi tren saat ini yaitu era revolusi 4.0,” kata Kepala Sekolah SMA Dwiwarna Nugrahantoro Yudo, seperti dilansir RadarBogor.

Aspek penentu di era tersebut menurutnya adalah ruang dan waktu sebagai kecepatan dan keberhasilan pengetahuan dalam memanfaatkan kecepatan informasi teknologi dan komunikasi dalam dunia pendidikan. “Tidak hanya itu, ke­mam­puan di bidang teknologi juga sudah ditekankan ke peserta didik. Kemampuan ke­teram­pilan pada media, dan informasi juga keterampilan berkarier,” ungkapnya.

Loading...