Tawarkan Beragam Keunggulan, Harga Timun Jepang per Kg Lebih Mahal dari Timun Biasa

Ilustrasi : Timun Jepang yang telah dipotong

atau timun memang menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan. Selain karena rasanya yang segar dan bisa diolah menjadi berbagai makanan bahkan minuman, timun pun sudah banyak dijual di pasaran. Jenis timun sendiri ada beragam, selain timun lokal yang biasa dimakan masyarakat Indonesia sehari-hari, ada juga timun atau yang dalam bahasa aslinya disebut kyuri. timun sendiri memang relatif lebih dibanding timun lokal.

Di sejumlah pusat perbelanjaan seperti supermarket Giant, Hypermart, Superindo, hingga Carrefour, harga timun Jepang per kg dijual mulai dari Rp 14 ribuan hingga Rp 25 ribuan. Cukup mahal bukan? Karena harga jualnya yang cukup tinggi itu pula, banyak petani asal Indonesia yang mulai membudidayakan timun Jepang alias kyuri.

Menurut Dodih, petani kyuri yang tergabung dalam Kelompok Tani Tauhid asal Kampung Pengkolan, Kecamatan Cikidang, Lembang, Bandung, Jawa Barat, timun Jepang memiliki lebih banyak daripada timun lokal. “Kelebihan pertama sudah bisa dilihat dari harga jualnya yang lebih tinggi dibanding timun lokal,” ujar Dodih, seperti dilansir Jitunews.

Lebih lanjut Dodih menjelaskan, kyuri memiliki masa tanam yang relatif sama dengan timun lokal, yakni sekitar 40 hari. Tetapi dari segi jumlah produksi per pohon, timun Jepang bisa lebih besar mencapai 3-4 kali lipat. Satu pohon timun Jepang kabarnya dapat menghasilkan hingga 8-10 buah dengan buah yang 4 kali lipat jauh lebih besar daripada timun lokal.

Berat atau bobot timun Jepang per buahnya pun sangat variatif. Adapun untuk kyuri kelas super A memiliki bobot mulai dari 200-250 gram. Sedangkan untuk kyuri yang bobotnya di bawah angka tersebut biasanya digolongkan dalam kyuri kelas B dan C.

Kyuri memiliki sederet perbedaan dibanding timun biasa. “Kalau dilihat dari bentuk fisiknya, kyuri memiliki panjang rata-rata 25-30 cm, kulit buah tipis berwarna hijau pekat dan terdapat grandul-grandul kecil berwarna putih menyerupai duri sedikit tajam,” kata Dodih.

Selain itu, perbedaan timun Jepang dan timun biasa adalah dari segi daging buah kyuri yang lebih manis dengan kandungan yang sedikit, sehingga menciptakan rasa renyah dibandingkan timun lokal. “Kyuri itu rasanya garing, beda sama timun lokal yang agak kenyal getas,” tutup Dodih.

Loading...