Tata Niaga Segera Diatur, Akankah Harga Singkong Tahun 2017 Meningkat Sesuai Prediksi?

harga singkong

Harga singkong tahun 2017 ini diprediksi masih akan seiring dengan melimpahnya singkong di pasar dalam negeri akibat tingginya angka impor singkong alias ubi kayu dari luar negeri, terutama Vietnam dan belum adanya aturan yang jelas mengenai impor singkong. Singkong pun diperdagangkan cukup rendah di angka Rp 400 per kg di kalangan .

Menurut Menteri Enggartiasto Lukita, saat ini Kemendag dan sedang mempersiapkan aturan tata niaga singkong, terutama yang berkaitan dengan impor singkong. Aturan tata niaga singkong tersebut akan diatur lewat Menteri Perdagangan (Permendag) dan Menteri Pertanian (Permentan).

“Tata niaga akan kita atur dalam satu minggu ke depan akan keluar Permentan dan Permendag. Izin impor harus ada rekomendasi dan wajib serap (stok lokal dalam jumlah tertentu),” ujar Enggar di Tangerang, Banten, Jumat (9/6) seperti dilansir Kumparan.

Sementara itu Badan Pusat Statistik (BPS) awal Juni 2017 lalu mengumumkan bahwa pada (26/5), tepatnya sehari sebelum memasuki awal puasa Ramadan terjadi kenaikan harga untuk sejumlah bahan pangan volatile, mulai dari daging sapi, , telur, cabai merah keriting, hingga singkong. Secara month to date (mtd) harga singkong dilaporkan meningkat sebesar 4,6%. Sayangnya harga beberapa daerah seperti Lampung justru tak tertolong dan sempat anjlok ke angka Rp 350 per kilogram dari harga normal Rp 1.200/kg.

Anjloknya harga singkong di Lampung mengakibatkan angka kemiskinan di Lampung pun semakin bertambah. “Ternyata harga singkong petani yang anjlok, membuat angka kemiskinan di Lampung terkoreksi tajam,” ujar Gubernur Lampung, Ridho Ficardo.

Ridho sendiri mengharapkan supaya Mentan bisa memberi solusi untuk turunnya harga singkong petani yang telah berlangsung dari tahun 2016 lalu. Provinsi Lampung sebagai sentra produksi singkong terbesar di Indonesia akan cukup merugi apabila harga singkong terus anjlok seperti saat ini.

Di sisi lain Menteri Enggar akan berupaya agar para pengusaha besar dapat membeli singkong para petani di Lampung dengan harga yang tinggi. “Dari kasus itu kami panggil pengusaha-pengusaha besar minta untuk beli singkong harganya Rp 700. Tapi penyelesaiannya kan hanya satu tempat, belum tentu di tempat lain harga sama. Jadi makanya kita akan keluarkan tata niaga,” tandasnya.

Loading...