Akhir Pekan, Rencana Tarif Trump Bikin Rupiah Tenggelam

Rupiah - kabar.newsRupiah - kabar.news

JAKARTA – Rupiah makin terbenam di area merah pada perdagangan Jumat (2/8) sore, karena investor ramai-ramai memburu aset safe haven setelah Presiden Donald Trump kembali meluncurkan rencana pengenaan baru. Menurut paparan Bloomberg Index pada pukul 15.58 WIB, Garuda melemah 79 poin atau 0,56% ke level Rp14.195 per dolar .

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.203 per , terdepresiasi tajam 105 poin atau 0,74% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.098 per . Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia juga takluk di hadapan greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,81% menghampiri rupiah.

Dari , aset safe haven, seperti yen Jepang, kembali diburu investor seiring dengan ancaman Presiden AS, Donald Trump, yang mengumumkan rencana pengenaan tarif baru untuk asal China. Mata uang Jepang melonjak ke level tertinggi lima minggu terhadap greenback, sedangkan dolar AS melemah 0,031 poin atau 0,03% ke posisi 98,338 pada pukul 13.19 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, Trump mengatakan ia akan mengenakan tarif tambahan sebesar 10% pada barang impor asal China senilai 300 miliar dolar AS pada 1 September mendatang. Hal tersebut dilakukan setelah negosiator AS kembali dari pembicaraan perdagangan di Shanghai, mengatakan bahwa Negeri Panda telah gagal membeli sejumlah besar pertanian AS seperti yang dijanjikan.

Pengumuman dari Trump lantas mengejutkan pasar keuangan global dan menghentikan reli dolar AS baru-baru ini terhadap yen, yang dibuat setelah Gubernur Federal Reserve, Jerome Powell, mengindikasikan bank sentral tidak memasuki siklus pelonggaran yang berkepanjangan. Peningkatan tensi dagang antara dua negara terbesar di dunia akan membawa volatilitas lebih lanjut ke saham dan imbal hasil obligasi.

“Ada langkah spekulatif untuk menguji downside dolar AS terhadap yen, tetapi itu menemui banyak tawaran permintaan riil,” tutur ahli strategi valuta asing di Daiwa Securities di Tokyo, Yukio Ishizuki. “Pembelian yen masih memiliki ruang lebih lanjut untuk dijalankan. Statement Trump telah memberi pedagang banyak alasan untuk pindah ke perdagangan berisiko. Perang dagang akan menjadi fokus untuk beberapa waktu ke depan.”

Loading...