Tarif Taksi Online Lebih Murah, Sopir Taksi Konvensional di Jogja Sepi Penumpang

Taksi Online - kreditgogo.com

Yogyakarta – Ketua Darat (Organda) DIY, Agus Andrianto menjelaskan bahwa sejak beroperasinya online Go-Car tahun 2016 lalu, tingkat keterisian (okupansi) konvensional di Jogja pun semakin .

Bila sebelumnya tingkat keterisian 20 operator taksi di DIY adalah 65%, maka sejak hadirnya Go-Car tingkat okupansi taksi biasa menurun ke level 40% saja. Padahal sekitar 50% taksi yang berada di bawah pengawasan Organda DIY sudah memakai aplikasi untuk memudahkan penumpang dalam pemesanan taksi.

Selain itu, Agus berpendapat bahwa Go-Car sudah melanggar tarif standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah setempat. Berdasar SK Gubernur terkait tarif dasar berbagai angkutan di Jogja tertulis bahwa tarif taksi untuk sekali masuk Rp 6.500, tarif per kilometer Rp 4.000, tarif tunggu Rp 40.000 per jam, dan tarif minimal Rp 20.000.

Sementara, Go-Car hanya mematok tarif Rp 3.000/km serta tak memberlakukan tarif minimal, tarif tunggu, dan tarif sekali masuk pada penumpang. Terutama Go-Car juga sebagian besar memakai kendaraan berpelat hitam dan luar kota.

“Kami sebenarnya tak masalah asal mereka tak langgar tarif kesetaraan ini. Kami berharap agar gunakan angkutan yang legal demi kenyamanan dan ,” tandas Agus.

Para sopir taksi di Yogyakarta sendiri mengeluh dengan keadaan ini lantaran pendapatan mereka menurun drastis sejak keberadaan taksi online. “Sekarang sudah sepertiga dari kami tidak bekerja lagi karena sudah tidak bisa setor ke . Mau mencari Rp 150-200 ribu saja sekarang sulit,” ungkap Ketua Komunitas Taksi Daerah Istimewa Yogyakarta, Sutiman.

Jumlah taksi plat hitam di DIY saat ini telah mencapai sekitar 3.000 kendaraan. Selain Go-Car, ada juga 2 penyedia layanan jasa taksi berbasis aplikasi lainnya seperti Uber dan GrabCar.

Loading...