Tarif Taksi Online di Jogja Kelak Tak Akan Berbeda dari Taksi Konvensional

Taksi Online - www.money.id

– Gubernur Istimewa Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono X mengungkapkan jika penyusunan peraturan gubernur terkait berbasis online kini sudah selesai disusun. Namun pihaknya masih menanti kepastian diterbitkannya peraturan perhubungan (Permenhub) yang baru.

“Namun, untuk menerbitkannya masih menunggu kepastian tanggal pemberlakuan Permenhub Nomor 32. Kalau pada tanggal 1 April Permenhub memang sudah keluar, kan percuma (diterbitkan pergub),” ujar Sultan di Gedung DPRD DIY bulan Maret lalu.

Sultan menuturkan jika pergub yang akan diterbitkan untuk mengatur taksi online saat ini sudah tinggal ditandatangani. “Sudah tinggal diteken. Kalau memang betul pada tanggal 1 April (revisi Permenhub Nomor 32) keluar, ya, sudah, nunggu tanggal 1 saja,” jelas Sultan.

Ditemui secara terpisah, Plt Kepala Dinas Perhubungan DIY Gatot Saptadi menuturkan jika pergub tentang aplikasi online tersebut akan mengatur batas atas dan bawah tarif taksi online. “Nanti di antaranya akan mengatur itu (batas atas dan batas bawah tarif taksi online),” ungkap Gatot.

Lebih lanjut Saptadi mengatakan jika nantinya aturan yang dibuat tak akan saling merugikan. “Kalau taksi sudah ada regulasinya. Untuk taksi online kemungkinan materinya tidak jauh beda. Biar adil,” ucapnya.

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur DIY 21/- Kep/2015 tentang Tarif Dasar Angkutan Perkotaan, Tarif Batas Atas dan Bawah Angkutan Antarkota dalam Provinsi (AKDP) memuat rincian tarif taksi konvensional di Jogja tiap buka pintu Rp 6.650, tarif per kilometer Rp 4.000, dan tarif tunggu Rp 45.000 per jam.

“Besaran tarif taksi online tidak jauh beda dengan yang konvensional. Pastinya berapa (tarif taksi online) nanti akan dituangkan di Pergub. Keduanya nanti juga dipungut pajak, adil kan,” bebernya.

Selain penetapan tarif yang tidak terlalu berbeda, ia mengatakan jika nantinya taksi online juga akan dibatasi. “Ada pembatasan itu pasti, kami sesuaikan dengan tingkat kebutuhan ,” pungkasnya.

Loading...